Daud Yordan Siap Rebut Juara Dunia Versi IBO

Foto: Antara

Semarang, Sayangi.com – Petinju Indonesia Daud Yordan  dan lawannya petinju asal Argentina Daniel Eduardo “Tatu” Brizuela akan saling bertarung di King’s Park, Perth, Australia, Sabtu (6/7). Pertandingan guna memperebutkan titel juara dunia kelas ringan versi IBO itu akan dilaksanakan di Metro City Perth, Australia pada Sabtu 6 Juli 2013. 

Mantan juara dunia kelas bulu versi IBO Daud Cino Yordan itu kembali naik ring setelah kehilangan gelarnya di Indonesia bulan lalu. Pemegang rekor 30 menang dan tiga kali kalah itu akan meloncati dua kelas ke kelas ringan IBO dengan menantang petinju asal Argentina Daniel “Tatu” Bruzuela. 

Yordan akan mencoba untuk menorehkan sejarah menjadi petinju Indonesia pertama yang menjuarai kelas bulu dan kelas ringan. Petinju berusia 26 tahun itu sebelumnya telah dikalahkan oleh petinju asal Afrika Selatan Simpiwe “V12” Vetyeka pada April lalu di Jakarta. Vetyeka menghentikan Yordan di ronde kedua belas. 

“Pada pertandingan terakhir, saya merasa lemah dan kelelahan, namun kekuatan saya sudah kembali dan saya bertekad membawa gelar juara dunia WBO untuk Indonesia,” ujar petinju asal Ketapang itu dalam keterangan tertulisnya, Kamis (4/7).

Yordan sempat mengalami masalah dalam meningkatkan berat badan, namum tim manajemen telah berusaha keras agar dia dapat loncat ke kelas ringan. Persiapan yang dilakukan pun sudah matang dan Yordan seratus persen siap naik ke atas ring dengan berat badan yang sesuai.

Sementara Bruzuela yang merupakan juara Amerika Latin versi WBO dan IBF berjanji membawa gelar juara kembali ke Argentina. Petinju yang pernah bartarung mewakili negaranya pada Olimpiade Athena 2004 itu ingin menyamai prestasi pendahulunya Sergio “Maravilla” Martinez dan Marcos Maidana yang terkenal di dunia.   

Yordan dan Bruzuela akan bertarung pada 6 Juli 2013 di Metro City Nightclub Perth, Australia dan dipromotori oleh Dragon Fire. Selain dua petinju tersebut, juara nasional kelas bantam super asal Australia Jason “Nugget” Cooper akan bertarung melawan juara kelas bantan super Indonesia Rasmanuddin untuk memperebutkan juara kelas bantan Asia Pasific versi IBO.

Sementara Juara nasional kelas bantam super Rasmanudin dari Sasana Sindoro Semarang menyatakan kesiapanya untuk menghadapi petinju tuan rumah Jason Cooper pada pertarungan perebutan gelar IBO Asia Pasifik di Perth, Australia, Sabtu (6/7). Pelatih Rasmanudin, Budi Wizon ketika dihubungi dari Semarang, Kamis, mengatakan persiapan sudah dilakukan semuanya baik fisik maupun teknik dan sekarang ini tinggal menunggu saat pertarungan.

“Latihan fisik sudah dilakukan di Semarang sejak pertarungan melawan petinju Tanzania di Jakarta, 14 April 2013, kemudian ditambah dengan teknik. Kami memantapkan persiapan latihan tersebut di Sasana Herry’s Gym di Perth, Australia, sejak 20 Juni lalu,” katanya.

Ia menambahkan dua hari menjelang pertarungan melawan Jason Cooper ini, Rasmanudin mengikuti kegiatan seremonial, yaitu konferensi pers di Konsulat Jenderal Indonesia di Perth, Kamis ini, kemudian Jumat (5/7), menjalani timbang badan.

“Sudah tidak ada masalah dengan berat badan Rasamanudin karena sudah masuk ke berat ideal kelas bantam super 55, 3 kilogram,” katanya.

Ketika ditanya soal cuaca yang sempat menjadi kendala begitu tiba di Australia, dia mengatakan, sekarang ini sudah tidak lagi karena anak asuhnya sudah hampir dua pekan berada di Perth.

“Dulu begitu tiba di Australia memang terkendala cuaca karena suhu udara di sana hanya 10 deracat Celcius, tetapi sekarang ini kita sudah bisa menyesuaikan diri dengan cuaca di sini dan siap bertarung menghadapi petinju tuan rumah Jason Cooper,” katanya menegaskan.

Pertarungan Rasmanudin dari Sasana Sindoro Semarang melawan juara nasional Australia Jason Cooper ini yang berlangsung 10 ronde ini akan menjadi salah satu partai tambahan pertarungan utama antara mantan juara dunia IBO Daud Yordan melawan petinju Argentina Daniel Eduardo Brizuela pada duel perebutan gekar juara dunia IBI kelas ringan yang lowong.

Ia menambahkan bahwa dirinya menginstruksikan Rasmanudin untuk tampil menekan pada setiap ronde.

“Kita menerapkan strategi main menekan lawan setiap ronde, walaupun calon lawannya merupakan petinju yang bagus dan ini terbukti karena yang bersangkutan berhasil menjadi juara nasional di negaranya,” katanya menegaskan.

Di samping itu, kata dia, rekor bertarung yang dimiliki Jason Cooper juga bagus yaitu enam kali menang (tiga kali di antaranya dengan KO), sekali kalah, dan sekali seri.

“Rasmanudin harus tetap mewaspadai Jason Cooper dan tidak boleh lengah dalam setiap ronde. Kami minta doa restu masyarakat Indonesia umumnya dan Semarang khususnya agar bisa membawa pulang sabuk gelar juara IBO Asia Pasifik,” katanya. (RH/ANT)