Gerilyawan Islam Serang Pasukan Keamanan Mesir

Foto: haaretz.com

Kairo, Sayangi.com – Gerilyawan Islam melancarkan beberapa serangan terhadap pasukan keamanan di Mesir bermasalah Semenanjung Sinai Jumat (5/7) pagi, dua hari setelah penggulingan presiden terpilih tentara Islam Mohamed Mursi, sumber-sumber keamanan dan televisi pemerintah melaporkan.

Sumber keamanan mengatakan, seorang tentara tewas dan dua lainnya terluka ketika sebuah kantor polisi di Rafah, perbatasan Jalur Gaza berada di bawah serangan roket. Pos polisi dekat dengan markas lokal intelijen militer.

Sebelumnya, penyerang menembakkan granat berpeluncur roket di pos pemeriksaan tentara menjaga bandara El Arish, dekat perbatasan Jalur Gaza dan Israel, ini yang terbaru dari serangkaian insiden keamanan di wilayah tanpa hukum, kata sumber tersebut.

Hingga saat ini belum jelas apakah serangan itu merupakan serangan yang dilakukan akibat pelengseran Mursi secara paksa. Pasukan militan Islam diyakini memiliki hubungan dekat dengan al Qaeda telah mendirikan pijakan di gurun semenanjung yang jarang penduduknya, kadang-kadang ditempati dengan penyelundup Badui lokal dan dengan pasukan militan Palestina dari Gaza.

Mesir telah berjuang untuk mengendalikan keamanan di wilayah tersebut sejak tersingkirnya Presiden otokratis Hosni Mubarak pada tahun 2011. Namun, saat pelengseran Mohammed Mursi secara paksa, dimungkinkan keamanan wilayah akan kembali bergolak. (FIT/Reuters)