Pembangunan Fisik MRT Masih Menunggu Satu Dokumen Lagi

Foto: dok. dki

Jakarta, Sayangi.com – Perseroan Terbatas Mass Rapid Transit Jakarta memastikan memulai segala persiapan terkait dengan pembangunan fisik sarana transportasi massal (MRT) pada minggu depan.

“Pembangunan fisik MRT (mass rapid transit, red.) memang kami targetkan mulai Oktober 2013. Pembangunan fisik itu juga butuh persiapan, dan persiapan ini akan kami mulai pekan depan,” kata Direktur Utama PT MRT Jakarta Dono Boestami di Jakarta.

Menurut Boestami, persiapan pembangunan fisik MRT tersebut, yakni melakukan kerja sama atau koordinasi dengan sejumlah pihak terkait, di antaranya Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta.

“Kami akan berkoordinasi dengan Dishub DKI, khususnya terkait dengan rencana pemindahan halte-halte busway yang nantinya akan terkena dampak pembangunan fisik MRT bawah tanah,” ujar Boestami.

Selain itu, lanjut Boestami, pembangunan fisik MRT juga masih menunggu dua dokumen untuk ditandatangani oleh pemerintah pusat. Salah satu dokumen itu, yakni dokumen penerusan hibah yang saat ini sudah diserahkan kepada Dirjen Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan RI.

“Kemudian, dokumen lainnya, yaitu dokumen tentang pedoman kerja dari Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan. Kedua dokumen itu akan segera ditandatangani agar dapat dijadikan sebagai payung hukum pembangunan fisik MRT,” tutur Boestami.

Boestami mengungkapkan bahwa persiapan pembangunan fisik lainnya, yaitu menunggu persetujuan kontrak kerja sama antara dua konsorsium sebagai pelaksana proyek dan Japan International Corporation Agency (JICA) sebagai pemberi pinjaman.

Sementara itu, sejauh ini, Boestami menambahkan kemajuan dalam persiapan pengerjaan fisik MRT, yakni berupa penandatanganan kerja sama dengan Nippon Koei selaku konsultan pelaksanaan tender konstruksi fisik MRT.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menilai persiapan pembangunan fisik sarana transportasi massal (mass rapid transit/MRT) sejauh ini terbilang lancar.

“Sampai dengan saat ini, yang saya lihat persiapan untuk pembangunan fisik MRT lancar. Progresnya juga bagus. Memang masih ada dokumen-dokumen yang harus ditandatangani,” kata Ahok di Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis.

Terkait dengan payung hukum pembangunan fisik MRT bawah tanah, menurut Ahok, tetap akan mengacu pada Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 167 Tahun 2012 tentang Ruang Bawah Tanah.

“Saat ini, kami memang masih mengacu pada Pergub tentang Ruang Bawah Tanah. Akan tetapi, kami akan segera ajukan rancangan peraturan daerah tentang ruang bawah tanah sebagai payung hukum pembangunan MRT nanti,” ujar Ahok.

Ahok menuturkan bahwa raperda tersebut akan diajukan untuk dibahas oleh Badan Legislasi Daerah (Balegda) DPRD DKI Jakarta. Raperda tersebut, lanjut dia, juga berkaitan dengan peraturan menteri tentang pemanfaatan ruang bawah tanah.

Sementara itu, Direktur Utama PT MRT Jakarta Dono Boestami menuturkan bahwa pembangunan fisik MRT masih menunggu dua dokumen untuk ditandatangani oleh pemerintah pusat. Salah satu dokumen itu, yakni dokumen penerusan hibah yang saat ini sudah diserahkan kepada Dirjen Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan RI.

“Kemudian, dokumen lainnya, yaitu dokumen tentang pedoman kerja dari Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan. Kedua dokumen itu akan segera ditandatangani agar dapat dijadikan sebagai payung hukum pembangunan fisik MRT,” tutur Boestami.

Sejauh ini, Boestami mengatakan bahwa kemajuan dalam persiapan pengerjaan fisik MRT, yakni berupa penandatanganan kerja sama dengan Nippon Koei selaku konsultan pelaksanaan tender konstruksi fisik MRT. (RH/ANT)