Trend Borjuis China: ‘Menyusui’ Orang Dewasa Dihargai Rp 194 juta 6 Bulan

Ilustrasi/Foto: Fimela.com

China, Sayangi.com – Air susu ibu dikenal dan dipercaya mengandung colostrum yang mampu memberikan asupan gizi yang tinggi untuk menjaga kekebalan tubuh pada bayi. Tapi bagaimana jika air susu ibu juga dikonsumsi untuk orang dewasa langsung dari ‘sumbernya’ secara bebas? Trend aneh ini muncul dikalangan kaum borjuis di China. Mereka rela menghabiskan belasan juta rupiah untuk bisa mengkonsumsi air susu ibu. Trend baru yang aneh ini ramai dibahas di Media massa China dan menimbulkan perdebatan sengit antara kesehatan dan moral publik.

Trend ini sangat cepat merebak dikalangan orang kaya di China. di China sendiri sudah ada perusahaan yang menyediakan layanan ASI bagi para orang dewasa. Salah satunya Xinxinyu Household Service Company. Pemiliknya Lin Jun mengatakan bahwa layanan ini sudah mulai populer di China dan tugas Jun adalah mencari para ibu muda yang akan dibayar 2000 Yuan untuk menyusui orang dewasa dengan tarif 6000 Yuan. Kebanyakan dari para ibu muda yang bersedia menyusui ini adalah berasal dari keluarga miskin.

Para orang dewasa di Cina percaya bahwa ASI dapat menjadi salah satu nutrisi untuk dapat meningkatkan kesehatan karena ASI memiliki kombinasi unik dari antibodi, enzim dan juga hormon. Itulah mengapa ASI dipercaya dapat meningkatkan kesehatan, terutama bagi mereka yang baru saja menjalani operasi besar.

Dalam proses perekrutan, Lin tidak hanya asal memilih mereka, akan tetapi melalui proses yang agak rumit, karena Lin harus memastikan bahwa ASI yang disediakan oleh suster tersebut sehat, untuk itu dia biasanya melakukan wawancara langsung untuk memastikan bahwa kondisi suster tersebut sehat secara fisik. Setelah didapatkan, nantinya tugas suster tersebut adalah mengunjungi rumah pelanggan dan memberikan ASI secara langsung ataupun melalui pompa, sesuai permintaan pelanggan. Biasanya mereka dikontrak selama 6 sampai 8 bulan dan dengan bayaran yang mereka dapatkan kurang lebih 120 ribu Yuan atau sekitar Rp 194 juta.

Adapun untuk memperoleh layanan mewah dari para suster ASI ini, para pelanggan akan dikenakan harga 8000 Yuan atau sekitar Rp.13 juta per bulan. harga tersebut dapat berlipat kali besarnya apabila suster yang disediakan masih muda dan cantik.

Namun industri baru yang agak aneh ini dikecam banyak orang dan dikhawatirkan dapat menjadi salah satu modus baru dalam prostitusi. Tapi meskipun begitu, dikatakan akan sangat sulit untuk membuktikan dan menyelidiki apakah memang benar ada dugaan penyelewengan atau tidak. Well, bagaimana menurut anda? (FIT/Mailonline)

)