Polisi Terkesan Tutupi Pengaduan Atas Deputi BNN Benny Mamoto

Foto: Fb Fanpage

Jakarta, Sayangi.com – Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Kadivhumas Mabes Polri), Irjen Polisi Ronny Franky Sompie, mengaku belum mengetahui informasi bahwa Deputi Pemberantasan Narkoba Badan Narkotika Nasional (BNN), Irjen Pol Benny Mamoto dilaporkan seorang pengusaha Money Changer ke Bareskrim Mabes Polri atas dugaan penyalahgunaan wewenang dan penggelapan.

“Saya belum cek, kan harus di cek ke Polres Jakarta Timur apa betul ada laporannya. Kalau saya dapat datanya baru bisa. Saya sendiri belum dengar,” kata Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Ronny Franky Sompie, di Mabes Polri Jakarta, kepada wartawan, Jumat (5/7).

Lebih lanjut Ronny mengatakan, bahwa dia mengetahui kabar tersebut dari media. Tetapi belum mendengar secara langsung. “Saya kan belum tahu apa yang dilaporkan baru. Baru tadi malam kan kejadiannya,” lanjut Rompie.

Diketahui bahwa seorang pengusaha perempuan bernama Helena telah melaporkan Benny Mamoto ke Bareskrim Mabes Polri. Ia merasa dirugikan karena telah membayar uang ratusan juta untuk membuka rekening yang diblokir BNN, namun hingga kini tak kunjung beres.

Dalam Laporan Polisi bernomor TBL/288/VI/2013/Bareskrim pada tanggal 28 Juni 2013, Helena melaporkan Benny Mamoto atas dugaan melakukan tindak pidana penyalahgunaan kewenangan oleh pegawai negeri sebagaimana dimaksudĀ  Pasal 421 KUH Pidana, dan tindak pidana penggelapan barang tidak bergerak sebagaimana dimaksud Pasal 285 KUH Pidana.

Dalam email yang dikirim ke wartawan, Helena mengatakan, uang 800 ribu dolar Singapura miliknya, yang disimpan di sebuah Bank diblokir oleh BNN dengan alasan diketahui bertransaksi dengan WW, yang dicurigai akan bertransaksi narkoba.

Atas pemblokiran tersebut, Helena melakukan klarifikasi ke BNN, namun tidak ada kejelasan. Nah, menurut Helena, untuk kepentingan membuka blokir rekening tersebut, pihaknya mengeluarkan uang ratusan juta untuk keperluan penyidik BNN. Uang tersebut diserahkannya ke Benny Mamoto.

Menanggapi laporan tersebut, Benny mengatakan tidak pernah mengenal dan tidak pernah bertemu dengan pelapor. (HST)