Amerika Latin Mengecam AS atas Perlakuan Buruknya Pada Morales

Foto: minci.gob.ve

Cochabamba, Sayangi.com –┬áPemimpin kiri Amerika Selatan melakukan dukungan untuk Presiden Bolivia, Evo Morales setelah pesawatnya dialihkan karena kecurigaan bahwa NSA leaker Edward Snowden berada di dalam pesawat bersamanya serta menuntut permintaan maaf dari Perancis, Italia, Portugal dan Spanyol.

Para presiden yang berada dalam perkumpulan Unasur, Argentina, Ekuador, Suriname, Venezuela dan Uruguay bergabung bersama Morales di kota Cochabamba Bolivia Kamis (4/7) untuk mengatasi pertikaian diplomatik. Morales menggunakan pertemuan itu untuk memperingatkan bahwa ia akan menutup Kedutaan Besar AS di Bolivia jika diperlukan.

Morales menyalahkan Washington yang menekan negara-negara Eropa untuk menolak dan memungkinkan pesawat terbang melewati wilayah udara mereka pada hari Selasa (2/7) dan memaksanya untuk mendarat di Wina, Austria. Ia mengatakan itu adalah sikap pelanggaran hukum internasional. Dia telah kembali dari pertemuan puncak di Rusia di mana ia sudah menunjukkan bahwa ia akan bersedia untuk mempertimbangkan permintaan suaka dari Snowden.

Pemimpin Amerika Latin marah dengan kejadian itu, mereka menyebutnya sebagai pelanggaran kedaulatan nasional dan merasa ditampar di wajah karena mereka merupakan wilayah yang telah menderita melalui penghinaan Eropa dan beberapa kudeta militer yang didukung AS.

“United kami akan mengalahkan imperialisme Amerika. Kami bertemu dengan para pemimpin partai saya dan mereka meminta kami untuk memutuskan beberapa langkah dan jika perlu, kami akan menutup kedutaan Amerika Serikat,” kata Morales di kota di mana ia memulai karir politiknya sebagai pemimpin petani daun koka. “Kita tidak perlu kedutaan Amerika Serikat.” tambahnya tegas.

Presiden Ekuador, Rafael Correa mengatakan bahwa ia dan pemimpin Amerika Latin yang lain memberikan dukungan penuh kepada Morales. “Kami tidak akan menerima bahwa pada abad ke-21 seperti ini ada peringkat pertama, kedua dan ketiga pada negara di dunia ini,” kata Correa.

“Para pemimpin dan penguasa di Eropa harus mengambil pelajaran sejarah dan memahami bahwa kita tidak tertinggal 500 tahun di belakang. Ini Amerika Latin dari abad ke-21 memiliki independensi, bermartabat dan berdaulat.” tambahnya.

Presiden Venezuela Nicolas Maduro juga memprotes dugaan upaya para pejabat Spanyol untuk mencari pesawat kepresidenan Bolivia dan menuduh CIA mendorong beberapa negara Eropa untuk melarang pesawat kepresidenan wilayah udara mereka.

“Seorang menteri dari salah satu pemerintah Eropa mengatakan kepada saya secara pribadi bahwa itu adalah CIA yang memberikan perintah kepada otoritas penerbangan, orang yang memberi peringatan bahwa Snowden berada di pesawat. CIA lebih kuat dari pemerintah,” katanya pada rapat di sebuah arena olahraga.

Presiden Argentina Cristina Fernandez mengatakan Amerika Latin memiliki kebebasan yang berharga setelah berjuang untuk kemerdekaan mereka dari Eropa pada abad ke-19 dan kemudian hidup pada sejarah abad ke-20 Washington yang mengembalikan rezim represif Amerika.

“Saya meminta mereka yang melanggar hukum dengan cara yang terbilang sepele namun serius, untuk mengambil tanggung jawab atas kesalahan yang dibuat, untuk meminta maaf sekali dalam hidup mereka dan mengatakan mereka menyesal atas apa yang telah mereka lakukan,” katanya.

Menjelang pertemuan tersebut, Morales mengatakan bahwa penderitaannya adalah bagian dari sebuah plot oleh AS untuk mengintimidasi dia dan para pemimpin Amerika Latin lainnya dan mendesak negara-negara Eropa untuk “membebaskan diri” dari AS.

Perancis mengirim permintaan maaf kepada pemerintah Bolivia. Tapi Morales mengatakan “permintaan maaf tidak cukup karena sikap adalah bahwa perjanjian internasional harus dihormati.”

Menteri Luar Negeri Spanyol, Jose Manuel Garcia-Margallo mengatakan negaranya tidak melarang Morales mendarat di wilayahnya. Di tengah ketegangan, kedutaan AS di La Paz membatalkan perayaan Hari Kemerdekaan yang dijadwalkan Kamis. Di kota timur Santa Cruz. Simpatisan Bolivia mengecat slogan protes di pintu konsulat Amerika.

Morales mengatakan dia tidak pernah melihat Snowden ketika ia berada di Rusia, dan Bolivia belum menerima surat permohonan suaka untuknya.

Bolivia mengatakan bahwa ia akan memanggil duta besar Perancis dan Italia dan konsul Portugis untuk menerima penjelasan.

Meskipun presiden negara-negara Amerika Latin bersimpati dengan Morales dan mengutuk penderitaannya, beberapa pemimpin regional melewatkannya. Seperti misalnya, Brasil yang harus diwakili menteri luar negeri, Antonio Patriota tidak hadir karena ia menghadiri pertemuan di Eropa. Para presiden Kolombia, Chili dan Peru, yang memiliki ikatan yang kuat ke AS juga tidak hadir.

Sementara itu, pejabat AS menolak berkomentar bahwa mereka punya andil dalam memerintahkan pimpinan negara Spanyol untuk menghentikan pesawat Morales. Snowden tetap keluar dari pandangan publik, diyakini terjebak di daerah transit di Moskow, mencari suaka dari salah satu dari lebih dari selusin negara. (FIT/Time)