Pengamat: Sikap SBY Terhadap PKS Persoalan Klasik

Foto: Antara

Jakarta, Sayangi.com – Hingga detik ini, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono belum juga mengambil sikap tegas terkait posisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di koalisi Sekretariat Gabungan (Setgab). Hal ini menggemaskan banyak pihak.

Tak hanya pada PKS, tiga menteri asal PKS pun belum diberi sanksi. Padahal, sudah jelas partai yang dipimpin Anis Matta itu berulangkali mengambil posisi berseberangan dengan kebijakan Pemerintahan Presiden SBY. Peneliti Senior Indonesia Public Institute (IPI) Karyono Wibowo menilai, tidak tegasnya sikap SBY itu sebagai persoalan klasik. SBY, kata dia, terlalu banyak pertimbangan, terutama pada kasus PKS.

“Terlalu banyak berhitung untung rugi untuk kepentingan politiknya. Sikap SBY itu akhirnya menimbulkan persepsi publik bahwa SBY adalah pemimpin yang tidak tegas. Ketidaktegasan sikap SBY terhadap PKS mengonfirmasi pendapat publik tentang sosok SBY sebagai pemimpin yang peragu dan tidak tegas,” kata Karyono kepada Sayangi.com, Sabtu (6/7).

Masih kata Karyono, seharusnya SBY bisa lebih tegas terhadap PKS yang sudah berkali-kali mengambil sikap berbeda, meski berada dalam koalisi. Tapi hal itu tidak dilakukan oleh SBY. Ini berarti, SBY dipermainkan oleh PKS, apalagi jika dia tidak berani mencopot menteri-menteri yang berasal dari PKS. “Jika SBY masih ragu berarti ini sudah wataknya dan merupakan ciri khas kepemimpinan SBY,” tandas Karyono.

Saat ditanya kemungkinan adanya sandera politik terkait sebuah kasus yang dilakukan PKS kepada SBY, Karyono memprediksi tidak ada. “Menurut saya tidak ada. SBY hanya takut bayang-bayangnya sendiri,” tutup Karyono. (MSR)