Bahaya Jika Negara dan Partai Pakai Slogan Agama

Foto: nu.or.id

Jakarta, Sayangi.com – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj menyatakan, negara dan partai politik jangan sampai menggunakan slogan agama. Sebab sebuah negara dan partai politik tidak hanya diisi oleh satu kelompok agama dan golongan.

“Negara atau partai politik harus dijauhkan dari slogan-slogan Islam,” kata Said saat memberikan sambutan pada acara Seminar Nasional bertajuk ‘Revitalitasi Pembangunan Kependudukan dan Pemberdayaan Keluarga Menuju Pencapaian MDG’S 2015’, di Jakarta, Sabtu (6/7). Kata Said, berbahaya jika negara dan partai politik memakai slogam agama, karena belum tentu negara dan partai politik – Indonesia contohnya – konsisten dalam memahami ajaran agama Islam sebagai agama peradaban, budaya, dan kemanusiaan.

“Islam harus dipahami sebagai agama peradaban, budaya, dan kemanusiaan. Yang nonmuslim dianggap musuh. yang diperjuangkan syariat Islam. Kalau politik apalagi, sangat berbahaya kalau agama dibungkus dengan politik,” katanya.

Said mencontohkan, ketika memperjuangkan negara Madinah, Nabi Muhammad tidak memperjuangkan Madinah menjadi negara Islam. “Tapi negara Madinah,” papar Said, sembari mengingatkan, pada Muktamar NU pada 1996 para kiai sarungan juga sudah memutuskan bahwa mereka tidak akan memperjuangkan ‘Negara Islam’ di Indonesia. (MSR)