Kebakaran Hutan: Selangkah Lagi, Perusahaan Malaysia Jadi Tersangka?

Foto: Antara

Pekanbaru, Sayangi.com – Pihak Kepolisian sudah mengumpulkan keterangan 18 saksi terkait penyidikan kasus pembakaran lahan di Riau yang melibatkan perusahaan kelapa sawit asal Malaysia, PT. Adei Plantation (AP).

“Sudah ada 18 saksi yang diperiksa,” kata Kapolda Riau Brigjen Pol Condro Kirono di Pekanbaru, Sabtu. Kasus pembakaran lahan ini ditangani langsung oleh Bareskrim Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri. Condro menjelaskan, dalam waktu dekat kemungkinan akan ada penetapan tersangka. Polisi kini sudah meningkatkan status kasus PT. AP dari penyelidikan ke penyidikan.

“Walau sudah penyidikan, belum tentu sudah ada tersangkanya. Kita kumpulkan dulu bukti dan keterangan saksi, baru setelah itu bisa dapat tersangkanya,” ujar Condro. PT. AP adalah satu dari delapan perusahaan kelapa sawit Malaysia yang dibeberkan oleh Menteri Lingkungan Hidup Balthasar Kambuaya terindikasi membakar lahan.

Kapolda menegaskan, jumlah tersangka perorangan dalam kasus pembakaran lahan hingga kini masih 24 orang: 6 tersangka di Bengkalis, 2 di Dumai, 11 di Rokan Hilir, 3 di Siak, dan 2 di Pelalawan. Sebelumnya, Kepala Bareskrim Polri Komisaris Jenderal Sutarman mengatakan, dugaan sementara dalam modus perusahaan AP dalam pembakaran lahan adalah dengan membiayai koperasi berinisial TS. AP memberi lahan kepada warga melalui koperasi untuk kebun plasma. “Kasus ini (pembakaran lahan) masih terus didalami,” katanya. (MSR/ANT)