Menyibak Kejayaan Kerajaan Khmer di Angkor Wat

Foto: Sayangi.com/ Tri Hartiningsih

Kamboja, Sayangi.com – Matahari mulai terbit di balik komplek Candi Angkor, dan pesonanya sekejap membawa saya ke zona abad ke- 12 Masehi. Di situlah tempat sebuah kerajaan berdiri dengan kejayaannya di tengah candi-candi yang perkasa. Candi Angkor, namanya begitu tersohor dalam daftar destinasi liburan di Asia Tenggara. Di Kamboja, situs ini begitu diagungkan sebagai tempat religius terbesar sepanjang sejarah. Terletak di Kota Angkor, sekitar setengah jam dari Siem Riep, komplek candi Angkor selalu dikejar wisatawan saat menjelang matahari terbit.

Laos, Vietnam, termasuk Kamboja tercatat sebagai rangkaian kekuasaan Kerajaan Khmer. Di Indonesia, Kerajaan Khmer sedikit banyak memiliki hubungan dengan Wangsa Syailendra di Jawa Tengah juga dengan Kerajaan Sriwijaya. Dan candi Angkor adalah salah satu bukti kejayaannya. Dulu kawasan ini digunakan sebagai pusat Kerajaan Khmer. Raja Suryavarman II disebut-sebut sebagai pelopor pendiri sebagian komplek candi seluas 400.000 km persegi ini. Konsep konstruksi candi megah ini konon menyadur mitologi Gunung Meru dalam Kepercayaan Hinduisme.

Menyisir kemegahan bangunan utama Angkor Wat, saya dibawa menyelami keindahan dari sebuah kuil Hindu kuno. Pertama kali Angkor Wat dibangun atas dasar penghormatan terhadap Dewa Wishnu. Namun setelah abad ke-13, ketika kepercayaan Budhhis mulai berjaya, kuil Wisnu ini akhirnya berubah fungsi sebagai kuil Buddha. Namun peninggalan-peninggalan kepercayaan Hindu masih dibiarkan lekat di kawasan ini.

Anda akan lihat dengan jelas Patung Dewa Wisnu dengan delapan tangan masih menghiasi salah satu ruangan di bangunan pertama dari Angkor Wat. Namun tak hanya itu, di sepanjang dinding bangunan pertama terdapat banyak relief yang antara lain menggambarkan cerita Raja Suryavarman II menjadi raja, kemudian relief tentang pasukan Khmer, relief tentang surga dan neraka, relief kehidupan kerajaan Khmer, penari-penari Apsara dan banyak lagi.

Dan bagi para pehobi foto, Angkor Wat menjadi surga objek bidikan kamera mereka. Insting dan kelihaian bermain dengan angle-angle unik menjadi kreatifitas tersendiri bagi karya-karya fotografi. (FIT)