Gempa 6,1 SR Guncang Mentawai, Sumatera Barat Bersiaga

Foto: Antara

Bandarlampung, Sayangi.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika melaporkan terjadinya gempa bumi berkekuatan 6,1 skala Richter di tenggara Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, Sabtu siang ini pukul 12.05 WIB.

Menurut laporan yang disampaikan oleh Kepala Stasiun Geofisika Kotabumi Lampung Yuharman itu, gempa berada pada koordinat 3.41 derajat Lintang Selatan (LS) dan 100.26 derajat Bujur Timur (BT), dengan kedalaman 36 km. Lokasinya berada di selatan Sumatera, sekitar 149 km tenggara Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat (164 km barat daya Mukomuko Bengkulu, 184 km barat daya Sungai Penuh Jambi, 230 km barat laut Bengkulu, dan 787 km barat laut Jakarta).

Namun BMKG menegaskan, gempa ini tidak berpotensi tsunami. Fitri Anggraini, staf observasi BMKG Padangpanjang ketika dikonfirmasi oleh Kantor Berita Antara, Sabtu ini menyebutkan, berdasarkan laporan sementara, belum ada bangunan yang rusak atau roboh, maupun korban jiwa. “Walaupun geteran gempa yang dirasakan sangat kuat namun tidak ada bangunan yang rusak atau roboh serta korban jiwa,” ujar Fitri.

BMKG Padangpanjang, tambah Fitri, terus melakukan pemantuan terkait gempa berkekuatan 6,1 SR yang mengguncang Kabupaten Kepulauan Mentawai itu. “Ada kemungkinan terjadi gempa susulan. Namun, berdasarkan pantauan BMKG dari satelit belum terjadi gempa susulan akibat gempa tersebut,” jelas dia. Fitri berharap masyarakat tetap waspada, sebab potensi gempa besar itu masih ada.

Sementara itu, Manajer Pusat Pengendalaian Operasional BPBD Sumbar Ade Edwar menyatakan sudah sepatutnya Sumatera Barat mulai membangun rumah ramah gempa, terutama di daerah-daerah yang masuk dalam kawasan jalur patahan Sumatera, kerena gempa dapat terjadi sewaktu-waktu, tanpa ada satu orang pun yang dapat memprediksi.

Misalnya, daerah yang dilewati oleh dua segmen dari patahan Sumatera yang menyimpan potensi gempa besar. “Dua segmen yang berpotensi untuk terjadi gempa besar tersebut adalah segmen Sumpur yang membentang di Kabupaten Pasaman, kekuatan gempanya bisa saja mencapai 6,9 SR sebab telah hampir 150 tahun tidak terjadi gempa. Demikian juga dengan segmen Suliti yang terakhir kali mengalami gempa pada 1943,” ujar Ade. (MSR/ANT)