Penimbun Sembako Diancam Sanksi Pidana

Foto: sayangi.com/Emil

Sampit, Kalteng, Sayangi.com – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah mengancam akan memberikan sanksi pidana terhadap pelaku spekulan yang melakukan pinimbunan sembilan bahan kebutuhan pokok di daerah itu.

“Kami akan memberi sanksi administrasi hingga pidana, sebab tindakan penimbunan sembako tersebut dapat memicu naiknya harga,” kata Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pengelolaan Pasar (Disperindagsar) Kotim, Mudjiono di Sampit, Sabtu (6/7/2013).

Momentum Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri sering dimanfaatkan oknum pedagang untuk meraup keuntungan lebih besar dan salah satu caranya adalah menimbun barang kebutuhan pokok sehingga dengan sendirinya harga akan naik.

Indikasi terjadinya praktik penimbunan kebutuhan pokok adalah jika terjadi kelangkaan atau keterbatasan ketersediaan barang di pasar, harga barang menjadi naik, padahal pasokan dari daerah asal barang lancer.

Untuk mengantisipasi pratik penimbunan Sembako yang dilakukan oknum agen maupun pedagang tersebut Disperindagsar Kabupaten Kotim akan segera membentuk tim khusus pemantau atau pengawas pendistribusian bahan kebutuhan pokok.

Tim gabungan tersebut nantinya terdiri dari Disprindagsar, Dinas Kesehatan, Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), dan aparat kepolisian setempat.

Dia mengatakan, tugas tim melakukan pemantauan pendistribusian kebutuhan pokok, ketersediaan seluruh jenis barang yang menjadi kebutuhan pokok, dan perkembangan harga.

“Tim tersebut nantinya juga akan melakukan pengawasan kelayakan konsumsi barang yang beredar di pasar,” katanya.

Sampai saat ini di Kabupaten Kotim belum ditemukan adanya indikasi penimbunan bahan kebutuhan pokok, sebab ketersediaan barang ditingkat pedagang maupun pengecer masih mencukupi.

Meski telah terjadi kenaikan sejumlah harga kebutuhan pokok masih dalam tahap kewajaran dan hal itu terjadi akibat naiknya harga BBM bersubsidi, sehingga secara otomatis harga kebutuhan turut naik karena upah angkutan juga naik. (MI/Ant)