Pemuda Madura Tolak Pengeboran Sumur Migas di Geger Bangkalan

Foto: sayangi.com/istimewa

Jakarta, Sayangi.com – Pemuda Madura yang tergabung dalam Himpunan Generasi Muda Madura (Higemura) menolak rencana pengeboran sumur Migas di Desa Lerpak Kecamatan Geger Bangkalan, Madura. Mereka menolak karena rencana pengeboran yang dilakukan SPE Petroleum Ltd itu hanya akan mengganggu ketenteraman warga.

“Pengeboran itu kan dilakukan di tengah perkampungan. Jadi akan sangat mengganggu lingkungan warga,” kata Muhlis Ali, Ketua Umum Higemura kepada sayangi.com, Sabtu (6/7/2013).

Menurut mantan Ketua PB HMI ini, manfaat pengeboran ini tidak akan berarti banyak bagi warga. Bahkan, ia kemungkinan besar hanya akan berimbas negatif seperti pengeboran-pengeboran lainnya yang ada di Madura.

“Makanya, kalau bisa diurungkan saja niat pengeboran itu,” pintanya tegas.

Ia juga mengingatkan agar perusahaan-perusahaan yang akan maupun yang sedang melakukan pengeboran di Madura memberikan dampak positif terhadap warga. Hasil pengeboran kata dia, tidak boleh hanya menguntungkan pihak perusahaan, tetapi juga berdampak positif terhadap warga sekitar.

“Warga juga tidak boleh hanya dijadikan penonton, tapi dilibatkan secara aktif.”

Desakan penolakan juga disampaikan tokoh pemuda Lerpak, M. Hamdan Maulana. Ia mendesak agar upaya pengeboran dihentikan, karena limbah dari perusahaan itu akan mengalir ke sungai, sehingga sangat mengganggu ketenangan warga.

“Sumur yang rencana dibor ini berdekatan dengan sungai yang menjadi sumber air utama warga Lerpak.  Karena itu pasti limbahnya jatuh ke sungai, dan itu jelas mengganggu warga,” kata pria yang juga Ketua Bidang Politik dan Kajian Strategis Poros Pemuda Indonesia ini.

Ia juga mengancam akan menggalang dukungan warga untuk menggagalkan rencana pengeboran tersebut.

“Kita minta pemerintah agar pemerintah dan DPRD Bangkalan untuk turun. Dan apabila dipaksakan, kami akan menggalang dukungan warga Lerpak untuk menghadang dan menggagalkan.” (MI)