Awak Bus Blokir Jalan Masuk Kota Bogor

Foto: @TMCPoldaMetro

Bogor, Sayangi.com – Bagi yang hendak ke Bogor harap cari jalan alternatif. Sudah lebih dari 6 jam arus lalu lintas menuju kota Bogor terkunci. Aksi pemblokiran jalan dilakukan oleh awak bus terkait penolakan rencana revitalisasi Terminal Baranangsiang. Akibatnya, arus lalu lintas menuju Kota Bogor menjadi tidak dapat dilalui kendaraan terutama di seputar Jalan Pajajaran dan keluar gerbang Tol Jagorawi, Minggu (7/7).

Pantauan di lapangan, aksi blokir dimulai pukul 04.30 WIB. Sejumlah awak bus memarkirkan kendaraannya dengan memalang jalanan. Blokir dilakukan oleh sopir bus di sejumlah titik, yakni Tugu Kujang, Jalan Otista, keluar masuk Tol Jagorawi depan Terminal Baranangsiang dan di Jalan Pajajaran di bundaran Ekalokasari.

Suasana di Jalan Pajajaran menuju Kota Bogor lumpuh akibat tidak bisa dilalui kendaraan. Sementara itu, jalan Pajajaran yang diblokir awak bus menjadi ajang bebas kendaraan, sejumlah awak bus memanfaatkan dengan bermain bola dan duduk-duduk sambil menunggu kejelasan.

Belum ada pihak yang bisa dimintai keterangan, sejumlah awak bus enggan berkomentar. Pada prinsipnya mereka menolak adanya revitalisasi terminal yang akan dibangun hotel dan super market. Menurut informasi di lapangan, awak bus menunggu Wali Kota untuk menuntut kejelasan atas aspirasi awak yang menolak revitalisasi terminal.

Aksi blokir yang dilakukan awak bus terminal membuat sejumlah warga kesulitan. Terutama sepeda motor yang akan melintas terpaksa beralih menggunakan jalur lain. Beberapa warga ada yang menolong pengendara motor yang terkunci di Jalan Oto Iskandar Dinata dengan membantu pengendara melintas di atas trotoar. Sekitar 200 penumpang bus Damri tujuan Bandara Soekarno-Hatta juga tidak terangkut.

Warga setempat menyediakan papan dan batu agar trotoar bisa dilintasi pengendara dan tidak terblokir di Jalan Otista. “Saya tidak tahu ada pemblokiran, saya tadinya mau ke Jakarta, taunya tidak beroperasi,” kata Cahyo, warga Ciomas yang batal berangkat ke Jakarta.

Kepala Polisi Resor Bogor AKBP Bahtiar Ujang Purnama menghimbau para supir untuk membuka blokir dengan memarkirkan kendaraan masu ke Termina Baranangsiang. Himbauan tersebut dilakukan Kapolres mengingat aksi blokir jalan yang sudah berlangsung lebih dari 6 jam.

“Kami informasikan kepada awak bus untuk menaikki kendaraannya dan memarkirkannya masuk ke terminal demi kelancaran aktivitas masyarakat,” kata Kapolres melalui pengeras suara di Terminal Baranangsiang.

Sementara itu tidak satupun dari supir yang menggubris himbauan Kapolres, tetap tidak mengubah posisi kendaraannya yang parkir melintang di jalan. Situasi di Terminal Baranangsiang masih terlihat ramai oleh warga yang melihat dan menunggu bus.

Petugas Polres Bogor Kota dan Brimob terlihat berjaga-jaga bersiaga di terminal. Sebuah mobil derek milik DLLAJ disiagakan di terminal, diduga akan digunakan untuk menderek bus yang menghalangi jalan.

Sebelumnya sempat dilakukan dialog antara awak bus dengan Kepolisian, namun tidak ada hasil. Menurut informasi di lapangan awak bus tetap bertahan sambil menunggu Wali Kota datang untuk membatalkan rencana pembangunan hotel serta pusat perbelanjaan di dalam terminal.

Para awak bus mendukung revitalisasi terminal, tapi mereka menolak pembangunan hotel dan pusat perbelanjaan karena dinilai tidak akan mengoptimalkan layanan di terminal. Aksi blokir jalan pernah dilakukan oleh awak bus pada Rabu 5 Juni lalu dengan tuntutan yang sama.

Aksi blokir hari ini menjadi aksi lebih lama dari aksi sebelum yang pukul 09.00 WIB sudah bisa beroperasi lagi. (HST/ANT)