Pesawat Boeing 777 Korsel Jatuh dan Terbakar, 2 Orang Tewas

Foto: AFP

San Fransisco, Sayangi.com – Pesawat Boeing 777 milik maskapai penerbangan asal Korea Selatan mengalami kecelakaan saat mendarat di Bandara Internasional San Fransisco, AS. Akibatnya, 2 penumpang tewas dan belasan lainnya luka-luka.

Pesawat milik maskapai penerbangan asal Korea Selatan, Asiana ini tengah melayani rute penerbangan dari Seoul menuju San Fransisco. Sebuah gambar yang diunggah ke Twitter menunjukan sejumlah penumpang pesawat terlihat meloncat keluar melalui jalur darurat berbentuk seperti perosotan.

Mereka kemudian berusaha lari menjauh seiring dengan gumpalan asap yang muncul akibat terbakarnya bagian pesawat. Sejauh ini belum ada kejelasan penyebab terjadinya kecelakaan pesawat tersebut.

Maskapai penerbangan Asiana menjelaskan ada 291 penumpang dan 16 awak di dalam pesawat yang mengalami kecelakaan tersebut. Para penumpang itu terdiri dari 141 orang berkebangsaan Cina, 77 orang berkebangsaan Korea Selatan dan 61 orang berkebangsaan AS.

“Kami mendengar suara ledakan dan pesawat kemudian hilang dalam kepulan debu dan asap.” Seorang penumpang bernama David Eun yang selamat menjelaskan dalam akun Twitternya bagaimana kondisi penumpang di pesawat itu. “Saya baru saja mengalami kecelakaan saat mendarat di SFO. Buntut pesawa sobek. Kebanyakan penumpang terlihat baik-baik saja. Saya juga baik-baik saja. Rasanya seperti mimpi.”

Sementara seorang saksi mata mengatakan pesawat itu terlihat seperti kehilangan kontrol saat akan mendarat. Siadatan menyaksikan proses kecelakaan itu dari balkon rumahnya yang menghadap bandara dan terletak di daerah Milbrae, San Fransisco.

“Kami mendengar suara ledakan dan pesawat kemudian hilang dalam kepulan debu dan asap,” kata Ki Siadatan kepada BBC.
“Kemudian ada ledakan kedua.”

Dugaan awal menyebutkan kecelakaan terjadi kemungkinan karena pesawat turun terlalu rendah dan menabrak dinding di bandara.
Juru bicara rumah sakit San Fransisco General Hospital, Rachael Kagan mengatakan delapan orang dewasa dan dua anak-anak saat ini tengah menjalani perawatan serius. (FIT/bbc)