Amerika dan PBB Berang Melihat Pertumpahan Darah di Mesir

Foto: Reuters

Washington, Sayangi.com – Bentrokan terbaru yang dilakukan massa pro Mursi dan penentang Mursi menewaskan 36 orang dan 1000 lainnya mengalami luka-luka. Melihat hal ini, Amerika Serikat dan PBB berang. Mereka mengecam kekerasan di Mesir dan mendesak para pemimpin Mesir menghentikan kekerasan sementara Sekjen PBB, Ban Ki-moon, meminta agar para pengunjuk rasa dilindungi agar tidak ada yang terluka lagi dalam kekerasan itu.

“Kami menyerukan kepada semua pemimpin di Mesir untuk mengecam penggunaaan kekuatan dan mencegah kekerasan lebih lanjut di antara para pendukung,” seperti ditulis juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Jen Psaki, dalam pernyataannya.

Sementara itu, sabtunya (6/7) para pendukung Presiden Morsi kembali menggelar unjuk rasa di kawasan Nasr City di ibukota Kairo. Mereka menuntut untuk pengembalian Mursi ke kursi Presiden. Namun pihak militer sudah mengeluarkan pernyataan di facebook tidak akan pernah mengembalikan Mursi ke kursi Presiden kembali.

“Para pemimpin politik Mesir memiliki memiliki tanggung jawab untuk memberi tanda, dengan kata-kata maupun tindakan, untuk komitmen mereka bagi dialog damai dan demokratis…”

Sementara itu juru bicara Sekjen PBB menyampaikan desakan agar semua warga Mesir bekerja sama dengan damai untuk kembali ke pemerintah sipil.
Pernyataan juga mengharapkan agar semua rakyat Mesir, termasuk perempuan, harus menjadi bagian dari proses melangkah ke depan.

“Para pemimpin politik Mesir memiliki memiliki tanggung jawab untuk memberi tanda, dengan kata-kata maupun tindakan, atas komitmen mereka bagi dialog damai dan demokratis yang mencakup semua konstituen di Mesir, termasuk perempuan,” jelas Fahan Haq.

Krisis politik di Mesir berlanjut setelah Klik militer Mesir menggulingkan Presiden Morsi, yang menghadapi gelombang unjuk rasa dari para penentangnya yang menganggap dia lebih mengutamakan kepentingan kelompoknya, Ikhwanul Muslimin, dibanding kepentingan rakyat Mesir.

Saat ini Morsi -yang merupakan presiden pemimpin pertama yang dipilih melalui pemilihan demokratis setelah jatuhnya Presiden Hosni Mubarak- ditahan bersama dengan sejumlah tokoh senior Ikhwanul Muslimin.

Militer menunjuk Klik Ketua Mahkamah Konstitusi Mesir, Adly MahmudKlik Mansour, sebagai sebagai presiden sementara yang berjanji akan menggelar pemilu dalam waktu dekat. (FIT/bbc)