Pemerintah Tetapkan Awal Puasa Usai Sidang Isbat Besok

Foto: Antara

Jakarta, Sayangi.com – Sebagian organisasi kemasyarakatan (Ormas) Islam sudah menetapkan awal pelaksanaan ibadah puasa Ramadhan 1434 Hijriah. Salah satu ormas Islam terbesar di Indonesia, Muhammadiyah menetapkan tanggal 9 Juli, sementara penganut Aboge di Banyumas tanggal 10 Juli. Namun, pengumuman resmi pemerintah baru dilaksanakan usai Sidang Isbat, Senin (8/7) besok, pukul 17.00 WIB.

“Memang sudah ada yang mengumumkannya pada tanggal 9 juli. Namun setelah sidang isbat kami baru bisa tentukan,” ujar Menteri Agama Suryadharma Ali, Minggu (7/7).

Sejumlah ormas Islam seperti Nahdlatul Ulama (NU)  akan dilibatkan untuk menerima laporan perhitungan atau rukyat di berbagai lokasi. “Hasilnya nanti akan disesuaikan dengan metode hisab. Dari situ pemerintah akan memutuskan awal Ramadhan,” terangnya lagi.

Pemantauan hilal atau bulan juga akan dilakukan pada malam hari oleh tim pemantau rukyat. Jika hilal terlihat, berarti 1 Ramadhan ditetapkan pada 9 Juli, sebaliknya jika hilal tak terlihat, awal puasa akan jatuh pada 10 Juli. Sidang Isbat yang juga akan melibatkan Badan Hisab dan Rukyat (BHR), mengacu pada dua pertimbangan, yakni hisab (perhitungan) dan rukyat (pemantauan bulan).

Ormas Muhammadiyah sendiri mengacu pada pertimbangan hisab. Ormas yang didirikan KH Ahmad Dahlan itu sudah menetapkan awal puasa jatuh pada 9 Juli mendatang.

Menteri Agama, Suryadharma Ali berharap jika penentuan 1 Ramadhan nanti digelar berbeda di Indonesia, masyarakat bisa menjaga persatuan atau ukhuwah. Meski nantinya ada perbedaan, Suryadharma Ali meminta untuk saling menghormati. “Kepada tokoh-tokoh agama, diminta untuk menyambut Ramadhan dengan penuh khidmat dan rasa persatuan,” pungkas politisi asal Partai Persatuan Pembangunan tersebut. (HST)