Rakyat Ingin Kembalikan Taman Gezi Jadi Milik Publik

Foto: cnn

Istanbul, Sayangi.com – Polisi membarikade Lapangan utama Taksim di Istanbul serta menggunakan meriam air untuk membubarkan kerumunan pada hari Sabtu (6/7) untuk mencegah demonstran memasuki Gezi Park, tempat mereka melakukan protes selama lebih dari sebulan.┬áPengadilan Administratif 6 di Istanbul menolak beberapa bagian proyek pengembangan Taksim, termasuk rencana untuk membangun kembali Gezi Park.

Karena sudah ada keputusan yang final atas Taman Gezi, Solidaritas Taksim membentangkan tangan, mengajak seluruh masyarakat untuk datang di taman Gezi mendengar sosialisasi hasil pengadilan sekaligus menghentikan proyek pembangunan taman. Namun mereka justru dihalang-halangi oleh meriam air dan gas air mata.

Menteri Dalam Negeri Muammer Guler mengatakan pemerintah tidak akan mengizinkan demonstrasi “ilegal” di taman.
“Kami tidak akan dan tidak dapat mengizinkan demonstrasi atau pawai di daerah itu. Mereka hanya boleh menggunakan Taman Gezi untuk jalan-jalan atau sekedar berkumpul sesuka hati. Tapi tidak untuk membuat tenda di dalamnya menjadi seperti pemukiman kumuh,” kata menteri.

Guler menambahkan, saat di Istanbul sering kali ada upaya untuk pertemuan ilegal dan Polisi Turki tidak mengijinkan hal itu. Para saksi mata cnn mengatakan, mereka yang melakukan aksi terpaksa harus kembali basah kuyup dan terluka akibat tindakan polisi menggunakan gas air mata dan meriah air di jalan raya istiklal, sebuah jalan menuju pusat Taksim.

“Kami hanya ingin mengembalikan taman ini seperti semula. Bahwa taman ini adalah milik rakyat,” sahutnya.

Bentrokan berlanjut di jalan-jalan dan gang-gang belakang distrik Istanbul yang bersejarah Beyoglu. Gubernur Istanbul, Huseyin Avni Mutlu, merespons sebuah video amatir yang yang beredar di media Turki Sabtu Malam.

Video itu menunjukkan pria bersenjata dengan pedang bulat besar dan tongkat menyerang pejalan kaki di distrik Talimhane Istanbul, yang berdekatan dengan Taksim Square.

Salah satu laki-laki dengan parang terlihat dalam video itu melakukan pemukulan pada wanita sekali dengan pisau dan kemudian menendang punggungnya. video amatir itu juga menunjukkan kekerasan fisik yang dilakukan oleh beberapa petugas polisi untuk memisahkan orang-orang yang tengah menyerang.

Seorang saksi mata mengatakan kepada CNN ia dan beberapa orang pengunjuk rasa anti-pemerintah lainnya berlindung di sebuah gedung di Talimhane ketika mereka melihat orang-orang yang ditampilkan dalam video itu mulai menyerang demonstran.

“Ada dua orang di tengah jalan. Kami melihat mereka dari jauh. Mereka memiliki pedang, bukan pisau tapi seperti pedang bulat. Mereka berjalan, mengayunkan pedang dan menendang orang,” kata saksi mata yang sedang dalam ketakutan.

“Saya pikir mereka berada di luar sana untuk menakut-nakuti orang. Untuk memberikan pesan ‘kita di sini.” Itu tidak seperti mereka menyembunyikan pedang.” Mutlu mengatakan tersangka penyerang telah ditahan oleh polisi.

“Dua orang dengan pedang dan tongkat yang merupakan bagian dari peristiwa yang terjadi setelah protes ilegal di Taksim telah ditahan dan sedang diproses,” tulis Mutlu di akun Twitter resminya.

“Petugas keamanan kami terluka ketika mencoba untuk menangkap penyerang bersenjata dengan pedang yang terlihat di video,” kata Mutlu.
Gubernur Istanbul mengatakan bahwa Gezi Park akan terbuka untuk hari Minggu bagi publik, tetapi panggilan yang dilakukan Taksim Solidaritas untuk melakukan demonstrasi tidak sah dan tidak akan diizinkan.

“Kami tidak akan membiarkan pertemuan ilegal ini. Polisi akan membuat peringatan sesuai dengan yang diperlukan,” katanya.
Setelah lebih dari satu jam pertempuran antara polisi dan demonstran, jalan utama istiklal terlihat mulai lengang sementara polisi tetap melakukan pemblokiran jalan. (FIT/cnn)