Ikama: Madura Harus Tampil Membangun Kejayaan Indonesia

Foto: sayangi.com/istimewa

Jakarta, Sayangi.com – Ikatan Keluarga Madura (Ikama) meminta agar masyarakat Madura, terutama di perantauan tampil dalam membangun kejayaan Indonesia. Pasalnya Madura merupakan tiga etnis terbesar di Indonesia.

“Madura sebagai etnis terbesar ketiga di Indonesia harus tampil dalam ikut serta membangun kejayaan Indonesia. Warga Madura harus berkiprah di semua lini, baik di bidang ekonomi, sosial-politik, bahkan kepemimpinan nasional,” kata salah satu tokoh Madura, H. Imam Syafi’i, dalam acara Silaturrahmi dan Rapat Koordinasi Sesepuh dan Tokoh Madura se-Jabodetabek di Sekretariat DPP Ikama, Jakarta, Minggu (7/7/2013).

Imam yang juga ketua pelaksana dalam acara tersebut mengatakan, kegiatan silaturrahim ini diharapkan menjadi forum yang mampu meningkatkan peran keluarga Madura. Perkumpulan ini kata dia juga diharapkan menjadi ruang diskusi dan silaturrahim untuk menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat Madura.

“Di antara sesepuh dan tokoh Madura di perantauan dalam forum ini untuk membicarakan semua persoalan yang dihadapi oleh warga Madura. Diharapkan ke depan, konflik yang melibatkan warga dan etnis lain bisa berkurang dan tidak terjadi lagi,” jelasnya.

Hadir dalam pertemuan ini simpul-simpul tokoh dan sesepuh Madura se-Jabodetabek. Di antaranya Ketua Umum DPP Ikama, H. Muhammada Rawi, H. Abd. Muchayie, H. Cholil Sudo, H. Sawa’i, dan H. Achmad Marjuki.

Ketua Umum Ikama, Muhammad Rawi mengatakan, Ikama akan memperkuat jaringan ke seluruh Indonesia. Ikama kata Muhammad, juga akan membentuk DPD di seluruh Provinsi sebagai upaya penguatan jaringan ekonomi Madura di nusantara.

“Ikama juga akan melaksanakan program penguatan jaringan ekonomi Madura, melakukan gerakan budaya sebagai upaya mempromosikan kebudayaan Madura sebagai entitas budaya nasional,” jelas dia.

Tekad tersebut kata dia, akan dipertegas saat momentum Halal Bihalal Ikama pada 17 Agustus mendatang.

“Agenda di Surabaya nanti sebagai momentum memperkuat soliditas warga Madura secara nasional dan melaunching program Ikama.”

Hal berbeda disampaikan Ketua Umum Himpunan Generasi Muda Madura (Higemura), Muhlis Ali yang juga hadir dalam acara tersebut. Ia meminta agar masyarakat Madura di perantauan tidak melupakan pembangunan di Madura sebagai tempat kelahirannya.

“Kedepan Warga Madura jangan hanya berjaya di perantauan, tapi harus dimulai penataan di pulau Madura, sehingga pulau Madura maju dan bisa bersaing dengan daerah lain, kita harus terlibat memajukan pulau madura, meningkatkan SDM Warga Madura melalui penguatan lembaga pendidikan dan pondok pesantren,” kata Muhlis.

Oleh karena itu, Higemura kata dia, akan menggalang dan mendorong anak-anak muda Madura untuk berkiprah dan mendorong kemajuan Madura.

“Kita akan coba mencarikan formula dan langkah strategis bagaimana nantinya pemuda Madura khususnya, dan masyarakat Madura, terutama di perantauan mencari inovasi-inovasi untuk membangun kejayaan Madura,” jelas aktivis yang juga Direktur Pusat Pengkajian Jakarta (PPJ) ini. (MI)