Berlatih Dalam Keterbatasan

Foto: Antara

Depok, Sayangi.com – Meskipun terkendala dana sangat terbatas, fasilitas latihan dan lainnya yang minim, namun para atlet Indoonesia yang tengah dipersiapkan untuk berlaga di SEA Games Myanmar Desember 2013, tetap giat berlatih dan melakukan uji tanding untuk mewujudkan Program Indonesia Emas.

Pemusatan latihan nasional (Pelatnas) karate untuk yang dihuni 40 atlet misalnya, masih terkendala oleh minimnya sarana latihan seperti jumlah sansak, matras, pelindung tubuh dan cermin. Karena kondisi seperti ini puluhan atlet harus bergantian menggunakan satu sansak yang kondisinya sudah tidak layak.

Menurut pelatih tim nasional Philip King, biasanya hanya tiga atlet yang bergantian menggunakan satu sansak. Pelindung tubuh dan jumlah cermin pun kondisinya tidak memadai karena sudah digunakan sebelum Pesta Olahraga Asia Tenggara (SEA Games) 2011, sehingga tidak mampu mengakomodir kualitas latihan bagi para atlet di kategori “kata” dan “kumite”.

Dia menyebutkan, standar kualitas untuk pelatnas, salah satunya adalah memiliki ruangan tertutup seperti arena pertandingan agar para atlet tidak terganggu cuaca. Selama ini mereka menggunakan ruang terbuka di atas pintu IX Stadion Utama Gelora Bung Karno. “Mau latihan juga kadang terganggu oleh hujan atau cuaca yang sedang tidak baik,” katanya.

Walaupun atlet senior Jintar Simanjuntak berharap kondisi sarana latihan segera diperbaiki, namun peraih dua medali emas di Pesta Olahraga Asia Tenggara 2011 ini, tetap optimistis dapat mempertahankan gelar juara umum di SEA Games Myanmar 2013. “Tentu harus optimistis, jika tidak, buat apa ada di pelatnas.” Di SEA Games 2011, Indonesia berjaya di cabang karate dengan meraih 10 medali emas. Pelatnas akan menentukan sekitar 22 karateka yang berangkat ke Myanmar pada Oktober 2013 dengan sistem promosi-degradasi dari total 40 atlet pelatnas. Berbagai kejuaraan yang diikuti juga menentukan promosi-degradasi itu.

Sementara itu meskipun pemerintah sudah mengucurkan anggaran senilai Rp135 miliar dari APBN untuk Prima, sejumlah lifter yang terpilih menjalani latihan persiapan di Jakarta untuk menghadapi SEA Games Myanmar 2013, mengaku belum mendapatkan penggantian dana akomodasi dan konsumsi untuk bulan Oktober hingga Desember 2012.

Lifter Sandow Wildemar Nasution menyebutkan, yang mereka tagih bukan biaya akomodasi dan konsumsi selama tinggal di Century Park, tetapi yang Oktober hingga Desember 2012 karena kami menjalani latihan persiapan di daerah masing-masing.” Peraih medali emas SEA Games 2011 ini mengaku sudah menanyakan masalah dana akomodasi dan konsumsi itu kepada manajer tim angkat besi Dirja Wihardja. “Jawabnya dana tersebut untuk membayar akomodasi dan konsumsi selama tinggal di Hotel Century Park dari Januari hingga Maret 2013. Belakangan ketika ditanyakan kembali Dirja selalu menghindar.” Meski begitu, masalah tersebut tidak menyurutkan semangat berlatihnya bersama lifter Reynaldi, Surahmat, Samuel Sendi, dan Denny di Sentra Jalarta.

Sementara itu timnas pencak silat Indonesia terus mempersiapkan diri menghadapi SEA Games 2013. Selain berlatih keras, para pesilat juga diterjunkan dalam berbagai kejuaraan termasuk uji coba di kejuaraan Invitasi Nasional di Myanmar, 22-28 Juni lalu.

Di kejuaran tersebut PB IPSI hanya menurunkan 17 pendekarnya, sedangkan pesilat sisanya akan diterjunkan di berbagai kejuaraan internasional lain. Saat ini, pelatnas pencak silat dihuni 30 pendekar atau 150 persen seperti kuota Prima. Nantinya akan kami ciutkan menjadi 19 atlet, kata Kabid Binpres PB IPSI, Tamsil Rimsal.

Latihan keras dan uji coba internasional dimaksudkan untuk membuat mental para atlet kian tebal. Hal itu bertujuan untuk memperbesar peluang Indonesia merebut juara umum di SEA Games 2013 di mana cabang pencak silat akan memperebutkan 15 medali di nomor tanding maupun TGR.

“Jika ingin menjadi juara umum, para pesilat harus bisa merebut minimal 60 persen medali.

Di Belgia Open lalu, anak-anak bisa menjadi juara umum. Kami harapkan, mereka tak cepat puas dengan selalu membidik prestasi terbaik di setiap kejuaraan yang diikuti,” ujarnya.

Latihan mental Di cabang panahan, Pelatnas SEA Games 2013 mengirimkan 16 atlet untuk beruji tanding ke seri Kejuaraan Dunia di Shanghai, pertengahan Mei lalu. “Uji tanding ini difokuskan untuk meningkatkan mental atlet dalam bertanding dengan para pemanah dunia,” kata Kabid Pembinaan dan Prestasi PP Perpani, I Gusti Nyoman Budiana.

Pelatnas, menurut dia, sedang memfokuskan peningkatan latihan ketahanan fisik, kemampuan dan mental bagi ke-26 atlet yang disiapkan untuk berlaga di SEA Games 2013. Mereka harus memiliki mental bertanding yang kuat untuk menjaga kemampuan dan juga memelihara daya juang demi meraih skor tertinggi.

Di seri kejuaraan dunia, Indonesia akan berkompetisi dengan para pemanah dari beberapa negara di antaranya, Korea Selatan, Taiwan, Filipina dan India. Ajang ini juga menjadi kesempatan atlet untuk menambah poin sehingga dapat memperbaiki ranking untuk kejuaraan dunia.

Uji tanding untuk pelatnas sudah dilakukan dua kali, yakni pra-test untuk SEA Games 2013 Myanmar, Januari 2013, dan Asian Archery Grand Prix Bangkok yang berakhir 16 Maret lalu.

Pada SEA Games 2013 Myanmar, Indonesia menargetkan tiga emas dari 10 kelas yang dipertandingkan.

Sementara itu perolehan lima medali emas di SEA Games 2011 tampaknya tidak akan terulang di SEA Games 2013 ini. Pasalnya, induk olahraga bulutangkis Indonesia (PBSI) hanya menargetkan membawa pulang tiga medali emas dari Myanmar yang berasal dari ganda campuran, ganda putra dan putri.

Medali emas ganda campuran diproyeksi datang dari Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, ganda putra dari Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, dan ganda putri dari Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari.

Sedangkan tunggal putra yang dua tahun lalu mendulang emas, hanya ditargetkan meraih perak, pasalnya pemain nomor satu dunia asal Malaysia Lee Chong Wei kemungkinan bakal turun sehingga sulit ditandingi oleh Tommy Sugiarto maupun Dionysius Hayom Rumbaka.

Kita memang masih berharap pada sektor ganda, itu realistis. Sektor tunggal masih akan dievaluasi, tapi semoga mereka bisa mencetak kejutan,” kata Ketua PBSI Gita Wirjawan sambil meminta agar anak-anak asuhan Rexy Mainaky itu semakin giat berlatih.

Indonesia sukses meraih lima medali emas di SEA Games 2011. Selain empat emas di nomor tunggal, satu emas tambahan datang dari beregu putra, namun tahun ini nomor beregu dihapuskan sehingga cabang ini hanya memainkan nomor-nomor perorangan.

Manajer tim bulutangkis SEA Games 2013 Ricky Soebagja menyatakan, saat ini para pemain tetap menjalani latihan rutin.Mereka baru akan ditempa lebih ketat mendekati waktu keberangkatan, meski pengetatan latihan juga akan dilakukan jelang Kejuaraan Dunia, Agustus mendatang.

Total PBSI mengirim 16 atlet untuk berlaga di pesta olahraga se-Asia Tenggara itu dengan setiap nomor diisi masing-masing dua orang atau dua pasangan. Selain tiga emas, PBSI juga mengincar dua perak dari nomor tunggal putra dan tunggal putri.

Selain latihan fisik, para atlet juga menurtut Menpora Roy Suryo, mengikuti latihan karakter untuk menggembleng kedisiplinan mereka agar mampu mempertahankan gelar juara umum SEA Games yang diraih dua tahun lalu di Palembang dengan perolehan 476 medali.

Kendati saat ini Mynmar menjadi tuan rumah dan banyak faktor rintangan bagi tim atlet Indonesia, tetapi seperti keyakinan Menpora, kita juga tetap percaya tim Indonesia akan mampu menjadi yang terbaik dan bisa berjaya seperti dulu. (RH/ANT)