Sekolah Tutup Paska Penyerangan Kelompok Militan

Foto : Antara/Reuters

Lagos, Sayangi.com – Pihak berwenang di wilayah Yobe, Nigeria timurlaut, Minggu (7/7), memerintahkan penutupan semua sekolah menengah setelah serangan bom dan penembakan oleh militan yang menewaskan 42 orang.

Gubernur Yobe Ibrahim Gaidam “memerintahkan agar semua sekolah menengah di negara bagian itu ditutup mulai Senin, 8 Juli 2013, hingga tahun ajaran baru dimulai pada September”, kata pemerintah dalam sebuah pernyataan.

Dalam insiden pada Sabtu pagi di daerah Mamudo, penyerang yang diyakini sebagai militan Boko Haram menangkap sejumlah pelajar dan staf di sebuah pemondokan, kemudian melemparkan peledak dan memberondongkan tembakan, kata Haliru Aliyu dari Rumah Sakit Umum Potiskum mengutip sejumlah saksi yang berhasil menyelamatkan diri.

Serangan itu merupakan yang ketiga terhadap sekolah di wilayah tersebut dalam beberapa pekan ini, termasuk dua di Yobe.

Pemerintah di negara bagian itu juga meminta militer memulihkan pelayanan telefon seluler agar warga bisa melaporkan kegiatan yang mencurigakan.

Militer Nigeria memutus pelayanan telefon di banyak wilayah timurlaut pada pertengahan Mei, ketika mereka meluncurkan ofensif untuk mengakhiri kekerasan Boko Haram yang telah berlangsung empat tahun.

Telefon satelit juga dilarang karena, menurut militer, gerilyawan menggunakannya untuk merencanakan serangan-serangan.

Kekerasan Boko Haram diperkirakan telah menewaskan sekitar 3.600 orang sejak 2009, termasuk pembunuhan oleh pasukan keamanan.

Kelompok itu menyatakan berperang untuk mendirikan sebuah negara Islam di Nigeria utara yang penduduknya mayoritas muslim.

Dalam pernyataan yang disiarkan televisi pada Selasa (14/5), Presiden Goodluck Jonathan memberlakukan keadaan darurat di negara-negara bagian timurlaut, Borno, Yobe dan Adamawa, daerah-daeran dimana kelompok militan Boko Haram melancarkan puluhan serangan.

Presiden untuk pertama kali mengakui bahwa daerah-daerah di negara bagian Borno, pusat konflik Boko Haram, telah “diambil alih” oleh gerilyawan dan kedaulatan Nigeria dirongrong.

Kekerasan meningkat di Nigeria sejak serangan-serangan menewaskan puluhan orang selama perayaan Natal 2011 yang diklaim oleh kelompok muslim garis keras Boko Haram.

Kano, kota berpenduduk sekitar 10 juta orang di Nigeria utara, merupakan wilayah yang terpukul paling parah dalam kekerasan itu.

Rangkaian pemboman dan penembakan melanda Kano setelah sholat Jumat pada 20 Januari 2012, menewaskan 185 orang, dalam serangan-serangan yang diklaim oleh Boko Haram yang ditujukan pada markas polisi dan kantor-kantor polisi lain, sebuah bangunan kepolisian dan kantor imigrasi.

Serangan-serangan itu merupakan operasi paling mematikan oleh kelompok tersebut dan ditujukan terutama pada kantor polisi.

Boko Haram mengklaim puluhan serangan di Nigeria, termasuk pemboman bunuh diri pada Agustus di markas PBB di Abuja yang menewaskan sedikitnya 24 orang.

Serangkaian serangan bom di kota Jos, Nigeria tengah, pada Malam Natal 2010 juga diklaim oleh Boko Haram.

Boko Haram meluncurkan aksi kekerasan pada 2009 yang ditumpas secara brutal oleh militer yang menewaskan sekitar 800 orang dan menghancurkan masjid serta markas mereka di kota Maiduguri, Nigeria timurlaut.

Kelompok itu tidak aktif selama sekitar satu tahun dan kemudian muncul lagi pada 2010 dengan serangkaian pembunuhan.

Penduduk Nigeria yang berjumlah lebih dari 160 juta orang terpecah di wilayah utara yang sebagian besar Muslim dan wilayah selatan yang umumnya Kristen. (Ant/AFP)