Kelompok Bersenjata Serang 4 Pos Perbatasan di Sinai

Foto : Antara/Reuters

Kairo, Sayangi.com – Kelompok orang bersenjata menyerang empat pos pemeriksaan keamanan di kota Sheikh Zuweid, Sinai Utara, minggu (7/7) di dekat perbatasan Mesir dengan Israel dan Jalur Gaza, kata beberapa sumber keamanan.

Serangan itu merupakan yang terakhir dari rangkaian kekerasan yang terjadi di wilayah tersebut sejak penggulingan Presiden Mohamed Mursi oleh militer pada Rabu setelah protes luas di berbagai penjuru Mesir.

Kelompok orang bersenjata yang naik truk-truk pickup terlibat dalam tembak-menembak dengan tentara dan polisi di provinsi itu pada pagi hari, namun tidak ada korban, kata sumber-sumber itu.

Lima aparat keamanan tewas Jumat dalam bentrokan dengan militan di El Arish, ibu kota Sinai Utara.

Sabtu, seorang pendeta tewas dibunuh kelompok militan, empat pos pemeriksaan ditembaki, dan ledakan menghantam sebuah pipa yang mengalirkan gas ke Yordania.

Kebakaran yang terjadi akibat ledakan itu diatasi pada Minggu pagi, kata media pemerintah. Pipa gas itu diserang lebih dari 10 kali sejak penggulingan Hosni Mubarak.

Kekacauan meluas di Sinai sejak penggulingan Presiden Hosni Mubarak dalam pemberontakan rakyat 2011 dan militan meningkatkan serangan-serangan terhadap pasukan keamanan di perbatasan dengan Israel. Presiden baru Mesir Mohamed Mursi berjanji memulihkan ketertiban.

Belum jelas apakah serangan-serangan terakhir itu terkait dengan penggulingan Mursi, yang terpilih secara demokratis setahun lalu. Gerakan Ikhwanul Muslimin kubunya sejak itu mengadakan protes sendiri, dimana puluhan orang tewas.

Minggu, Jihad Salafi, salah satu kelompok militan terbesar yang bermarkas di Sinai, mengeluarkan sebuah pernyataan di situs beritanya yang mengatakan, “perkembangan saat ini yang terjadi di negara” telah mempengaruhi Sinai.

Mereka juga mengancam melancarkan serangan balasan terhadap “praktik penindasan” oleh polisi dan militer terhadap penduduk di Sinai.

Kelompok itu sebelumnya mengeluarkan sebuah pernyataan yang mengancam akan menyerang Israel, namun baru kali ini mereka mengancam langsung pasukan keamanan Mesir.

Militan-militan garis keras yang diyakini terkait dengan Al Qaida memiliki pangkalan di kawasan gurun Sinai yang berpenduduk jarang, kadang bekerja sama dengan penyelundup lokal Badui dan pejuang Palestina dari Gaza. (Ant/Reuters)