Utang Membengkak, NasDem: Rakyat Kok Tidak Sejahtera?

Jakarta, Sayangi.com – Sekjen Partai Nasional Demokrat (NasDem) Patrice Rio Capella menyayangkan membengkaknya utang luar negeri Indonesia yang mencapai angka Rp2 ribu triliun pada 2013. Menurut Rio, membengkaknya utang itu karena ketidakmampuan pemerintahan SBY-Boediono dalam mengelola sumber daya alam yang kaya raya.

“Salah manajemen. Korupsi yang luar biasa, pemborosan keuangan yang tidak perlu, salah urus dan sebagainya sehingga kita selalu mencari jalan keluar cepat dan jangka pendek. Utang,” kata Rio kepada Sayangi.com, Senin (8/7).

Menurut Rio, membengkaknya utang luar negeri itu sepengetahuan DPR. Kata dia, Jika penambahan utang digunakan untuk kesejahteraan rakayat hal itu masih bisa ditoleransi. Tapi, yang terjadi sebaliknya, membengkaknya utang luar ngeri itu ternyata tidak mengurangi angka kemiskinan.

“Kalau karena utang itu kesejahteraan rakyat meningkat, angka kemiskinan menurun, mungkin masih bisa ditolerir. Tapi kita lihat utang yang sedemikian besar itu, tidak mengurangi angka kemiskinan yang signifikan dan kesejahteraan yang meningkat,” pungkasnya.

Untuk menyelesaikan masalah cicilan utang, Rio menyarankan agar pemerintah harus melakukan pembicaraan ulang dengan negara donor soal skema pembayaran yang semakin membenamkan negara ini. Selain itu, harus juga dilakukan efisiensi penggunaaan anggaran, apalagi yang bersumber dari utang.

“Minimalis korupsi dan gunakan dana hutang itu semaksimal mungkin untuk hasil yang maksimal,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ketua Koalisi Anti Utang (KAU) Dani Setiawan mengatakan hingga April 2013 ini keseluruhan hutang pemerintah mencapai Rp 2 ribu triliun. Hutang itu meningkat jika dilihat pasca krisis moneter tahun 1997-1998 dimana pada saat itu utang luar negeri pemerintah membengkak dalam jumlah besar.

Sebelum krisis jumlah utang luar negeri pemerintah masih sekitar USD 53,8 milyar. Karena pemerintah terus menambah pembuataan utang baru jumlahnya membengkak sekitar USD 117.790 milyar.
Menurut Dani, jika ditambah dengan surat berharga negara (SBN), secara keseluruhan total utang pemerintah hingga April 2013 telah mencapai Rp 2.023,72 triliun atau rata-rata setiap penduduk Indonesia menanggung utang sekitar Rp 8,5 juta.

Bahkan, utang pemerintah di masa pemerintahan SBY-Boediono ini mengalami peningkatan hingga mencapai Rp 724,22 triliun dari akhir 2004, dimana jumlah utang pemerintah saat masih sekitar Rp 1.299.50 triliun. (HST)