Ini Instruksi Menkeu Soal “Dwelling Time” di Tanjung Priok

Foto: Ant

Jakarta, Sayangi.com – Menteri Keuangan M. Chatib Basri menginstuksikan jajarannya untuk mengantisipasi meningkatnya waktu tunggu bongkar muat (dwelling time) di Pelabuhan Tanjung Priok menjelang lebaran. Instruksi tersebut ditujukan kepada Wakil Menteri Keuangan II, Mahendra Siregar dan Direktur Jenderal Bea dan Cukai, dan Agung Kuswandono.

Instruksi tersebut berupa permintaan agar diambil enam langkah strategis dalam menjamin kelancaran arus barang.

Enam langkah tersebut adalah:

  1. Kantor Pelayanan Umum Bea dan Cukai (KPU BC) diwajibkan untuk memberikan pelayanan pemeriksaan barang sampai pukul 23.00 WIB setiap hari kerja dan mengkoordinasikan stakeholders lain untuk mendukungnya sehingga berjalan dengan efektif.
  2. Sistem manajemen risiko pengawasan barang Bea Cukai di Pelabuhan Tanjung Priok untuk segera disempurnakan dan diterapkan.
  3. Memfasilitasi langkah sinergis antara operator pelabuhan dan penyedia Tempat Pemeriksaan Fisik Terpadu (TPFT) dan juga dengan pihak terkait lainnya.
  4. Memfasilitasi proses penyelesaian terhadap kontainer yang longstay di Pelabuhan Tanjung Priok dengan melibatkan berbagai pihak terkait dan yang bertanggungjawab, sehingga tidak terus mengganggu arus barang dalam pelabuhan.
  5. Memprioritaskan peningkatan kebutuhan penambahan staf KPU BC Tanjung Priok dalam menyambut puasa dan lebaran, sehingga pelayanan custom clearance dapat dilaksanakan dengan sebaik- baiknya.
  6. Menugaskan Wamenkeu II untuk berkantor setidaknya 2 (dua) hari dalam seminggu di KPU BC Tanjung Priok guna mengkoordinasikan langkah-langkah di atas dan menindaklanjutinya.

“Dengan adanya langkah-langkah strategis tersebut, diharapkan arus barang di Pelabuhan Tanjung Priok dapat lebih lancar terutama menjelang Bulan Puasa dan Lebaran 2013,” kata Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan, Yudi Pramadi dalam keterangan tertulisnya, Minggu (7/7/2013) malam. (MI)