Stoichkov Tinggalkan Kursi Pelatih CSKA Sofia

Foto: sofiaecho.com

Sofia, Sayangi.com – Mantan pesepak bola terbaik Eropa Hristo Stoichkov mengundurkan diri sebagai pelatih CSKA Sofia pada Senin setelah hanya menangani klub Bulgaria sarat masalah itu selama satu bulan, di mana ia berkata dirinya telah kehilangan kepercayaan kepada para pemilik dan “kebohongan tanpa akhir mereka.” “Saya muak, saya pergi,” kata mantan penyerang Barcelona itu melalui surat yang ditujukan kepada media lokal.

“Saya setuju untuk mulai melatih tanpa dikontrak dan saya memiliki hasrat besar untuk membantu.” “Saya harus membantu para pemain dan staf saya. Kami bertahan sampai sudah jelas bahwa tidak peluang janji-janji yang diberikan dapat diwujudkan,” tambah Stoichkov, yang tidak menghadiri sesi latihan CSKA selama sepuluh hari terakhir.

CSKA adalah klub tersukses di Bulgaria dengan 31 gelar liga, namun mereka melalui masa-masa sulit belakangan ini dengan penampilan buruk di lapangan yang dikombinasikan dengan kontroversi dewan pengurus dan banyaknya hutang.

Titan Sport, anak perusahaan Titan Internasional Holdings, telah melalui masa-masa berat sejak mereka menguasai 100 persen saham CSKA pada 2009.

Sebagai upaya untuk mendinginkan situasi yang memanas menjelang dimulainya musim baru pada 20 Juli, mereka merekrut sosok favorit para penggemar Stoichkov pada bulan lalu sebagai pelatih keempat mereka tahun ini.

Stoichkov, yang memenangi tiga gelar liga dan empat piala nasional sebagai pemain CSKA pada 1980-an, mendapat sambutan hangat dari ribuan penggemar yang memujinya dan menyalakan kembang api pada sesi latihan pra musim pertama yang dilakukan klub.

Namun berbagai masalah segera mengikuti.

Hanya dua pekan kemudian, para pemilik berkata dalam pernyataan yang mengejutkan di situs resmi klub bahwa mereka telah mentransfer 6,5 juta saham mereka kepada Stoichkov, meski kesepakatan itu belum diputuskan.

Stoichkov juga mengatakan bahwa sejumlah pebisnis siap untuk mulai mendanai “Si Merah” namun para pemilik mencegah terjadinya perubahan kepemilikan klub.

“Menurut pemahaman saya itu bukanlah pekerjaan yang adil, transparan, dan profesional,” kata Stoichkov. “Ini bukan cara saya untuk mencapai tujuan-tujuan tinggi jika tidak terdapat rasa hormat di antara pemain, pelatih, dan ofisial-ofisial di satu tangan, dan para pemilik klub di tangan yang lain.” “Kebohongan-kebohongan tidak dapat berakhir dan kami tidak bisa bergerak ke depan. Atau setidaknya saya tidak dapat melakukannya.” CSKA, yang telah tiga kali menembus semifinal Eropa antara 1967 dan 1989, finis di peringkat ketiga pada liga musim lalu, tertinggal sembilan angka dari tim juara Ludogorets.

Masalah-masalah di luar lapangan telah memicu rasa tidak aman di ruang ganti, di mana lebih dari setengah pemain kunci, termasuk kapten Ivan Bandalovski dan penyerang Brazil Michel Platini, meninggalkan klub dalam dua pekan terakhir.

Hanya sebagian kecil pemain CSKA yang meneruskan latihan tanpa kepastian menjelang awal musim yang baru. (RH/ANT)