Bom Motor Tewaskan 6 Orang di Pakistan

Foto : Antara/Reuters

Peshawar, Sayangi.com – Ledakan bom sepeda-motor yang ditujukan pada seorang sesepuh suku Pakistan yang bersekutu dengan pemerintah menewaskan enam orang dan mencederai 11 lain di sebuah kota wilayah baratlaut, Senin, kata polisi.

Serangan itu terjadi di kota Doaba, 190 kilometer sebelah barat ibu kota Pakistan, Islamabad, dan di dekat kawasan suku dimana Taliban dan gerilyawan lain yang terkait Al Qaida berpangkalan.

“Bom dengan pengendali jarak jauh yang dipasang di sebuah sepeda-motor yang diparkir di pinggir jalan meledak ketika kendaraan milik Malik Habibullah, seorang sesepuh lokal pro-pemerintah, lewat,” kata kepala kepolisian setempat Sajjad Khan kepada AFP.

Ia menyatakan, Habibullah tidak berada di dalam mobil itu ketika bom tersebut meledak. Enam orang tewas dan 11 lain cedera, tambah Khan.

Dalam insiden lain di wilayah baratlaut, dua polisi tewas ketika menjinakkan sebuah bom di Swabi, 50 kilometer sebelah baratlaut Islamabad, kata polisi.

“Kedua polisi itu telah menjinakkan empat bom yang dipasang di dekat sebuah sekolah putra negeri di daerah itu namun bom kelima meledak ketika sedang dijinakkan,” kata kepala kepolisian daerah itu, Mian Muhammad Saeed, kepada AFP.

Pakistan dilanda serangan-serangan bom bunuh diri dan penembakan yang menewaskan lebih dari 5.200 orang sejak pasukan pemerintah menyerbu sebuah masjid yang menjadi tempat persembunyian militan di Islamabad pada Juli 2007.

Kekerasan sektarian meningkat sejak gerilyawan Sunni memperdalam hubungan dengan militan Al Qaida dan Taliban setelah Pakistan bergabung dalam operasi pimpinan AS untuk menumpas militansi setelah serangan-serangan 11 September 2001 di AS.

Pakistan juga mendapat tekanan internasional yang meningkat agar menumpas kelompok militan di wilayah baratlaut dan zona suku di tengah meningkatnya serangan-serangan lintas-batas gerilyawan terhadap pasukan internasional di Afghanistan.

Para pejabat AS mengobarkan perang dengan pesawat tak berawak terhadap para komandan Taliban dan Al Qaida di kawasan suku baratlaut, dimana militan bersembunyi di daerah pegunungan yang berada di luar kendali langsung pemerintah Pakistan.

Pasukan Amerika menyatakan, daerah perbatasan itu digunakan kelompok militan sebagai tempat untuk melakukan pelatihan, penyusunan kembali kekuatan dan peluncuran serangan terhadap pasukan koalisi di Afghanistan.

Islamabad mendesak AS mengakhiri serangan-serangan pesawat tak berawak, sementara Washington menuntut Pakistan mengambil tindakan menentukan untuk menumpas jaringan teror.

Sentimen anti-AS tinggi di Pakistan, dan perang terhadap militansi yang dilakukan AS tidak populer di Pakistan karena persepsi bahwa banyak warga sipil tewas akibat serangan pesawat tak berawak yang ditujukan pada militan di sepanjang perbatasan dengan Afghanistan dan penduduk merasa bahwa itu merupakan pelanggaran atas kedaulatan Pakistan.

Pesawat-pesawat tak berawak AS melancarkan puluhan serangan di kawasan suku Pakistan sejak pasukan komando AS membunuh pemimpin Al Qaida Osama bin Laden dalam operasi rahasia di kota Abbottabad, Pakistan, pada 2 Mei 2011. (Ant/AFP)