Jordania dan Arab Saudi Tetapkan Awal Puasa 10 Juli

Foto/Ilustrasi: ar.m.wikipedia.org

Amman, Sayangi.com – Sama dengan keputusan sidang Isbath di Indonesia, Jordania dan Arab Saudi tetapkan Bulan Suci Ramadhan jatuh pada Rabu (10/7), kata Kepala Pengadilan Agama Islam Jordania Ahmad Helayel dan Pengadilan Agama Kerajaan Arab Saudi, Senin (8/7).

Di Arab Saudi, Pengadilan Agama Kerajaan dalam satu pernyataan mengatakan, “besok, 9 Juli akan menjadi hari ke-30 Bulan Sya’ban dan bulan suci Ramadhan dimulai pada 10 Juli,” pengumuman Pengadilan Kerajaan Arab Saudi tersebut dilandasi atas keputusan yang diambil oleh Mahkamah Agung, setelah pertemuan di Taif pada Senin (8/7).

Mahkamah Agung Arab Saudi mengucapkan selamat kepada semua umat Muslim di seluruh dunia atas kedatangan Bulan Suci Ramadhan dan berharap bulan itu akan memperkokoh persatuan umat Muslim serta meningkatkan hubungan di antara mereka.

Di Jordania dan Arab Saudi, rukyat hilal menjadi patokan untuk menetapkan awal Ramadhan, dan jika hilal tidak terlihat maka pihak berwenang menetapkan Bulan Sya’ban digenapkan jadi 30 hari.

Seperti dilansir Xinhua, dalam satu rapat untuk mengumumkan awal Ramadhan, Helayel mengatakan teleskop dipasang di beberapa lokasi di seluruh Jordania untuk melihat hilal, tapi hilal sebagai penanda awal bulan itu tidak terlihat.

Di beberapa negara selain Arab saudi yang mayoritas masyarakatnya memeluk agama Islam seperti Turki dan Libya, menggunakan perhitungan astronomi untuk menetapkan awal Ramadhan. Ini yang mengakibatkan masalah perbedaan pendapat antar-negara dan bahkan antar-umat Muslim. (FIT/Ant)