Walikota Kupang Imbau Warga Hormati Ibadah Puasa

Foto: Antara

Kupang, Sayangi.com – Wali Kota Kupang Jonas Salean mengimbau agar seluruh warga di wilayah ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur itu untuk menjaga kerukunan hidup beragama selama bulan suci Ramadan 2013.

“Kerukunan akan membawa kedamaian antarasesama warga umat beragama di daerah inhi,” katanya di Kupang, Selasa (9/7).

Kerukunan umat beragama yang selama ini sudah terbina dan terjalin baik, katanya, hendaknya terus dipupuk dan dijaga kesinambungannya agar tetap terpelihara dan tercipta suasana aman dan damai di Kota Kupang yang bersimbolkan sebagai Kota Kasih itu.

“Kita sudah dikenal sebagai Kota yang mempunyai tenggang rasa yang tinggi dalam hal kerukunan beragama sehingga kita tidak boleh menodainya dengan hal-hal yang merugikan diri dan orang lain,” kata Jonas.

Untuk itu mantan Sekretaris Daerah Kota Kupang itu, meminta kepada warga bukan Muslim dan yang tidak sedang menjalankan ibadah puasa untuk menghormati warga lain yang sedang menjalankan ibadah puasa, dengan sejumlah perilaku dan tata hidup yang baik.

Dia juga mengatakan, akan berkoordinasi dengan aparat keamanan serta sejumlah elemen lainnya untuk melakukan pengawasan dan penertiban sejumlah lokasi hiburan malam, yang aktivitasnya akan berpengaruh terhadap kondisi dan situasi daerah terutama bagi umat yang sedang menjalankan ibadah puasa.

“Kita segera berkoordinasi dengan aparat dan komponen masyarakat lain untuk lakukan pengawasan dan penertiban tempat hiburan malam. Dimungkinkan alokasi aktivitas lokasi hiburan malam itu akan dibatasi,” katanya.

Ketua DPRD Kota Tellendmark Daud terpisah mengimbau seluruh komponen masyarakat di daerah itu untuk tetap menjaga stabilitas keamanan dan kondisi kehidupan beragama di daerah itu, agar tidak mengancam kerukunan dan kebersamaan yang sudah terjalin selama daerah itu berdiri.

“Sebagai Ketua DPRD Kota yang dipercayakan oleh masyarakat, saya meminta untuk tidak melakukan hal-hal yang menciderai kerukunan beragama selama bulan puasa,” katanya.

Politisi Partai Golkar itu mengatakan, segera berkoordinasi dengan aparat keamanan dan komponen masyarakat lainnya, untuk tetap menjaga keamanan dan ketertiban kota, dengan melakukan penertiban di tempat-tempat yang berpotensi akan terjadi keributan.

Warga bukan Muslim lanjut Tellendmark, diminta untuk menghormati warga Muslim yang sedang melaksanakan ibadah puasa, dimanapun berada. “Entah di kantor, sekolah atau di tempat aktivitas lainnya. Janganlah membuat hal-hal yang mengganggu jalannya ibadah puasa,” katanya. (HST/ANT)