Kelangkaan Timun Suri Sambut Datangnya Ramadhan

Foto: antaranews.com

Jakarta, Sayangi.com – Keberadaan para penjual yang biasanya marak di kedua ruas Jalan Kembangan Raya dan Jalan Puri Kembangan menjadi sepi jelang Ramadhan. Sering turunnya hujan mengakibatkan tanaman timun suri menjadi layu dan buahnya juga berwarna kemerahan serta berukuran kecil sehingga tidak laku jika dijual.Petani timun suri di Puri Kembangan, Jakarta Barat mengalami gagal panen. “Akhirnya kami babat habis saja tanaman timun suri. Sejak sebulan yang lalu, kami sudah menanam bibit buah timun suri,” tutur Rokib, 60 tahun, petani timun suri. Ia memperkirakan sekitar setengah kilogram bibit yang disebar-kini masih hijau- baru bisa dipanen setelah 15 hari puasa.

Sementara itu, pedagang timun suri di Meruya, Yaya(35), mengeluh jika buah timun suri yang dihasilkan sedikit. Alhasil, ia dan pedagang lainnya memaksa untuk menaikkan harga. “Kami, menjual timun suri ukuran kecil tahun lalu Rp.3.500,- dan Rp.8.000,- untuk ukuran besar. Karena tahun ini sepi, rata-rata harganya naik Rp. 2000,” ungkapnya.