Kejagung Periksa Dirut PT PPM Soal Kasus Korupsi Pesawat Latih STPI

Foto: STPICurug.ac.id

Jakarta, Sayangi.com – Kejaksaan Agung (Kejagung) kembali memanggil Direktur Utama PT Pasific Putra Metropolitan (PT PPM) Bayu Wijokongko. Pemanggilan ini untuk dimintai keterangan sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi pengadaan pesawat latih pada badan pendidikan dan pelatihan Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI).

“Satu orang tersangka Bayu Wijikongko (BW) diperiksa dalam kapasitas sebagai saksi hari ini,” ungkap Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Setia Untung Arimuladi dalam pesan singkat, Selasa (9/7).

Diketahui Dalam kasus dugaan korupsi di STPI Curug, Kejaksaan selain menetapkan Direktur PT Pasific Putra Metropolitan Bayu Wijokongko, sebagai tersangka, juga menetapkan dua orang lainnya, Kepala Bagian Administrasi STPI Arwan Aruchyat, dan anak buahnya Drs. I.G.K. Rai Darmaja.

PT Pasific Putra Metropolitan merupakan perusahaan yang sering digunakan oleh mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Nazaruddin untuk membeli sejumlah aset. Diduga ada keterlibatan Nazaruddin dalam pengadaan pesawat latih ini melalui PT PPM.

Kejaksaan menemukan bukti permulaan yang cukup tentang terjadinya tindak pidana korupsi pengadaan pesawat latih sayap tetap (fixed wing) 18 unit dan link simulator dua unit pada badan pendidikan dan pelatihan STPI. Pembayaran selesai pada 14 Desember 2012, ternyata pesawat yang ada hanya berjumlah enam unit saja.

Tim juga telah melakukan penyitaan terhadap 12 unit pesawat latih yang belum dirakit dan dua unit link simulator pada  Kamis  (30/5/2013). Kasus ini terjadi pada tahun anggaran 2010-2013 dan menghabiskan dana sebesar Rp 138,8 miliar. (HST)