Kuliner Reptil? Siapkan Keberanian untuk Mencobanya!

Foto: Tri Harningsih

Jakarta, Sayangi.com – Kuliner Reptil? Bagaimana rasanya hewan reptil yang kebanyakan membuat orang bergidik, disulap menjadi makanan lezat yang bisa anda santap? Dibilangan pusat kota, terdapat beberapa restoran atau warung yang menjual hidangan khusus reptil, seperti Restoran Istana Raja Kobra dibilangan Jalan Kapten Tendean – Mampang Jakarta Selatan. Istana Raja Kobra juga punya cabang lain di Jalan Boulevard Kelapa Gading, yang agak lebih extrim dan merakyat ada di bilangan Lokasari, Mangga Besar. Ketiganya memiliki suasana yang berbeda namun dengan menu yang sama, yaitu hidangan reptil.

Lihat menunya saja sudah buat orang mendelik atau merasa gamang untuk mencobanya. Ada ragam menu reptil yang bisa anda coba. Mulai dari menu yang digoreng seperti ular cobra dan phyton, ada juga yang dibuat sate seperti daging monyet, buaya, dan biawak, serta phyton, ada juga yang dibuat dalam citarasa soup ala Cina dan Korea, seperti soup biawak dan ular. Tapi jangan kuatir, meski merupakan kuliner ekstrim ular dan seluruh hidangan reptil ini tentunya sudah dinetralisir dari seluruh racun yang membahayakan kesehatan. Hidangan ular bahkan dipercaya menjadi makanan yang membuat pria makin perkasa loh..

Yang paling fantastis adalah darah ular. Tidak semua orang mau mencicipi sajian yang agak aneh ini, namun sebagian lainnya justru mencarinya untuk pengobatan. Ya, ramuan darah plus empedu ular dengan ragam bentuknya dipercaya sebagai obat yang mujarab, baik untuk kulit, eksim, maag, reumathik, asma, stamina, hingga menambah nafsu makan.

Jenis ularnya pun berbeda-beda, dari ular cobra hitam, lanang sapi, Kalimangsa, Belang, ular Hijau, hingga King Cobra yang terkenal liar, besar dan sulit dijinakkan. Harganya juga bervarian dari mulai cobra hitam yang dihargai Rp 50 ribu, hingga si King Cobra yang harganya bisa mencapai Rp 2,5 juta. “Nah, kalau si King Cobra biasanya banyak dicari oleh pemain lama alias pelanggan yang mayoritas kaum China Kota” tutur ibu Hafida di warungnya, dibilangan Lokasari Mangga besar, ketika itu ia dengan 2 anaknya sibuk memegangi si King Cobra yang ditutup matanya, sesaat sebelum memenggal kepala ular yang berkali-kali mendesis. Aiihhh.. (FIT)