Mengenal Sherpa, Si Raja Rimba Himalaya

Foto: Sayangi.com/Tri Harningsih

Nepal, Sayangi.com – Dari sekian banyaknya etnik grup yang bermukim di Nepal, suku Sherpa adalah diva para etnik di pemukiman Solukhumbu. Sherpa dikenal sebagai “orang-orang dari Timur”. Sherpa terkenal karena kelihaiannya mengendalikan alam Himalaya, dari mulai mendaki, hingga membaca gejala alam. Sumber keunikan mereka itulah yang kemudian menjadi faktor timbal balik yang menguntungkan bagi kepariwisataan Nepal, sekaligus menjadi bukti dari makna wejangan sang Rinpoche kepada warga Sherpa. Himalaya yang menjadi istana para puncak-puncak tertinggi di dunia kemudian diburu para penggila traveling hingga ribuan expedisi dari berbagai belahan dunia.

Berawal dari expedisi mencengangkan menuju atap dunia, puncak Everest, Sherpa bernama Apa Sherpa, Ang Rita dan Tenzing Norgay yang dijuluki 3 Harimau Salju, sukses menjadi jembatan emas bagi para pendaki kawakan seperti Edmund Hillary untuk mendapatkan gelar bangsawan dari Ratu Inggris karena menjadi orang pertama yang berhasil menaklukan Everest. Hutang budi Edmund Hillary pun akhirnya dibayar dengan mendirikan berbagai fasilitas kebudayaan hingga pendidikan bagi kaum Sherpa yang hidup disepanjang pegunungan Everest.

Adalah daerah bernama Kham di dataran tinggi Tibet sebelah timur, yang disinyalir menjadi asal-muasal suku Sherpa. Wacana etnik tersebut mengisahkan hijrah-nya kaum Kham dari dataran tinggi Tibet timur menuju daerah pegunungan Everest. Perpindahan ini berkat petuah seorang Guru Besar dari Budhhisme (Rinpoche), tepatnya saat kondisi kehidupan di dataran tinggi Tibet mulai bergejolak.

Dalam sabda nya, Rinpoche memberi wejangan untuk orang-orang Kham hijrah ke sebuah rimba di balik sebuah gunung besar, yang kemudian diketahui sebagai Chomolungma atau Everest, demi berlindung dari kerusakan dan hidup yang lebih tenteram dan maju. Dalam bahasa orang Kham, Chomolungma diartikan sebagai “Dewi Penguasa Salju”. (FIT)