Kereta Tangki Minyak Quebec Meledak, 50 Orang Tewas

Foto: Reuters

Quebec, Sayangi.com – Jumlah korban tewas dalam bencana kereta minyak Quebec melonjak menjadi 13 orang pada hari Senin (8/7). Polisi mengatakan kurang lebih total 50 orang tewas dan 37 orang lagi hilang. Kereta yang tergelincir dan terjadinya ledakan bisa menjadi kecelakaan terburuk di Kanada sejak kecelakaan Swissair 1998.

Sebelumnya mereka telah mengatakan lima orang tewas dan 40 orang hilang. Mengingat kerusakan di pusat kota, beberapa warga mengharapkan mereka yang masih hilang dapat ditemukan hidup-hidup.

Kantor koroner meminta kerabat yang hilang untuk membawa sikat gigi, sikat rambut, sisir dan pisau cukur sehingga spesialis bisa mengambil sampel DNA dari helai rambut.

Jika korban tewas lebih dari 50 orang, ini merupakan kecelakaan paling mematikan di Kanada sejak 1998 ketika, 229 orang tewas karena jet Swissair jatuh ke laut lepas Kanada timur.

Ditanya tentang kepastian jumlah korban, juru bicara kepolisian Benoit Richard menjawab: “Ketika kita berhasil menemukan semua mayat. Kami akan memberitahukan dengan pasti,” katanya.

Kereta tangki minyak tergelincir di kota berpenduduk 6.000 orang sesaat setelah pukul 1:00 dini hari pada hari Sabtu hingga menyebabkan ledakan besar dan kobaran api yang dahsyat.

Air rem yang akan mencegah bencana gagal karena mereka didukung oleh mesin yang ditutup oleh petugas pemadam kebakaran saat mereka berurusan dengan api beberapa saat sebelum bencana terjadi.

Kereta telah diparkir di lereng dekat kota Nantes, yang berada sekitar 12 kilometer (8 mil) barat dari Lac-Megantic, para relawan Nantes pemadam kebakaran dipanggil keluar pada Jumat malam untuk membantu pemadaman api pada mesin salah satu lokomotif kereta itu.

Nantes Kepala Pemadam Patrick Lambert mengatakan kepada Reuters, kru telah mematikan mesin saat mereka mencoba memadamkan. Kobaran api di mesin, mungkin disebabkan oleh satu bahan bakar atau minyak dalam mesin.

Masalahnya adalah bahwa mesin telah ditinggalkan oleh insinyur kereta untuk mempertahankan tekanan di udara rem, Ed Burkhardt, ketua Montreal, Maine & Atlantic Railway (MMA), mengatakan dalam sebuah wawancara. Sebagai tekanan secara bertahap, ternyata mengalami kebocoran, rem udara gagal dikendalikan dan kereta mulai meluncur menurun, katanya.

Menteri Transportasi federal Denis Lebel mengatakan inspektur dari departemennya telah meneliti lokomotif pada 5 Juli, sehari sebelum bencana, dan memang menemukan ada yang salah dan akan melakukan penletian lebih lanjut lagi. (FIT/Reuters)