PPP Inginkan Ambang Batas Pencapresan 3,5 Persen

Jakarta, Sayangi.com – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mendorong agar syarat pengajuan calon presiden dan wakil presiden dalam revisi Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2008 tentang Pemilihan Presiden (Pilpres) disamakan dengan persentase ambang batas parlemen atau parliamentary threshold (PT) pemilihan legislatif (Pileg), yakni 3,5 persen.

“Kita mengusulkan sama dengan Parliamentary threshold (PT)  3,5 persen,” kata Sekretaris Fraksi PPP, Muhammad Arwani Thomafi saat berbincang dengan Sayangi.com di Kompleks Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta (8/7).

Arwani beralasan, ketika partai politik sudah mendapatkan kursi di parlemen secara otomatis partai tersebut telah mendapatkan pengakuan dari publik untuk mengajukan calon presiden dan wakil presidennya pada hajatan pesta demokrasi nasional lima tahunan yang akan datang.

“Jadi partai politik yang mendapatkan kursi di parlemen sudah mendapatkan pengakuan dari publik dan sudah cukup layak mengusung capres dan cawapres,” katanya. (HST)