Fakta Baru: Temuan Senjata Kimia Suriah pada Pasukan Gerilyawan

Foto: albayan.ae

New York, Sayangi.com – Di Suriah telah ditemukan senjata kimia dari gerilyawan dengan jumlah yang cukup banyak untuk menghancurkan seluruh negeri. Mereka mengundang pemeriksa senior senjata kimia PBB serta wakil tinggi PBB urusan perlucutan senjata ke Damaskus.

Wakil Tetap Damaskus untuk PBB Bashar Ja’afari pada Senin (8/7) memberitahu wartawan, pemimpin tim tersebut, ilmuwan Swedia Ake Sellstrom, yang telah menunggu untuk memasuki Suriah guna menyelidiki penggunaan senjata kimia awal tahun ini oleh pemerintah dan oposisi, diundang bersama dengan Wakil Tinggi PBB Urusan Perlucutan Senjata Angela Kane.

“Undangan ini membuktikan sekali lagi keterbukaan Pemerintah Suriah mengenai kerja sama dengan PBB dalam mengungkapkan kebenaran di balik dugaan penggunaan senjata kimia di Suriah. Kami sebagaimana biasa selalu bertindak secara transparan dalam berurusan dengan PBB dan semua lembaganya.” kata Ja’fari sebagaimana dilaporkan Xinhua. Namun ia mengesampingkan pendiskusian dan penelitian tersebut akan menelisik dugaan saja atau sudah berupa kepastian.

Pemerintah Suriah pada Maret menuduh gerilyawan di Suriah Utara menembakkan roket kimia ke Kota Kecil Khan Al-Asal sehingga menewaskan lebih dari 26 orang. Sementara itu, Amerika Serikat, Inggris dan Prancis menuduh Pemerintah Suriah menggunakan senjata kimia.

Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon kemudian membentuk satu tim untuk menyelidiki semua tuduhan itu.

Ketika ditanya apakah pembicaraan Sellstrom-Kane dengan pejabat Suriah akan mencakup penyelidikan semua tuduhan, Ja’afari menjawab, “Kami di sini hanya berbicara tentang kesepakatan yang kami maksudkan dengan sekretaris jenderal sebab sekretaris jenderal lah orang yang membentuk tim tersebut. Jadi, kami berurusan dengan sekretaris jenderal.” Juru bicara Ban mengatakan ia menyambut baik tawaran Suriah untuk melakukan pembahasan mengenai penyelidikan itu.

“Ia tetap prihatin dengan semua tuduhan tentang penggunaan senjata kimia di Suriah,” kata juru bicara tersebut dalam satu pernyataan.

“Sellstrom akan mengunjungi New York pekan ini guna memberi penjelasan terbaru kepada sekretaris jenderal mengenai status kegiatannya,” kata pernyataan itu. “Selama menunggu akses lapangan di Suriah, misi itu terus memantau perkembangan serta mengumpulkan dan menganalisis informasi yang diperoleh oleh negara anggota. Misi tersebut juga telah melakukan kegiatan pencari fakta di satu negara tetangga.” “Sekretaris jenderal berharap Suriah akan memberi akses buat misi itu untuk melakukan penyelidikan menyeluruh di lapangan,” kata juru bicara tersebut. “Kerja sama dari Suriah mengenai ini akan diperlukan bagi misi itu untuk menentukan fakta dengan cara yang bisa dipercaya mengenai setiap penggunaan senjata kimia di Suriah.” (FIT/Ant)