Mansour Putuskan Waktu Pemilu ‘Darurat’ Mesir

Foto: Antara

Kairo, Sayangi.com – Kepala negara sementara Mesir telah menetapkan jadwal untuk pemilihan umum sesegera mungkin untuk menyeret kembali negara Arab keluar dari krisis akibat penggulingan Presiden Mohammed Mursi yang memicu gerakan protes berdarah pekan lalu.

Adli Mansour menunjuk adanya pemungutan suara parlemen dalam waktu sekitar enam bulan sebelum pemilihan presiden. Namun, itu menyalahi rencana transisi negara sampai dengan 2011.

Namun, ini dianggap sebagai kebutuhan untuk sebuah terobosan politik dimana negara mengalami tekanan cukup parah. Setelah Jumat berdarah yang mengakibatkan 51 orang tewas, Senin (8/7) tentara kembali menembaki pendukung Mursi yang berkemah di luar barak Garda Republik Kairo.

Gerakan Ikhwanul Muslimin pendukung Mursi menyerukan protes lagi pada hari Selasa (9/7), meningkatkan risiko kekerasan lebih lanjut, meskipun sebuah kelompok payung yang mewakili pengunjuk rasa anti-Mursi mengatakan mereka tidak akan lagi bertindak kekerasan, namun indikasinya sudah terlihat bahwa kekerasan akan terus mewarnai.

Pertumpahan darah telah mengejutkan Mesir, sudah bosan dengan turbulensi yang dimulai 2,5 tahun yang lalu dengan menggulingkan otokrat Hosni Mubarak melalui pemberontakan rakyat.

Hal ini juga akan mempengaruhi penyumbang utama Mesir, Amerika Serikat dan Uni Eropa serta Israel yang telah memiliki perjanjian perdamaian dukungan AS sejak tahun 1979.

Mansour menyatakan bahwa Mesir akan mengadakan pemilihan parlemen baru setelah amandemen konstitusi yang ditangguhkan disetujui dalam referendum (sebuah proses yang bisa memakan waktu sekitar enam bulan). (FIT/Reuters)