Konsumsi BBM Mudik Diprediksi Melonjak 33%

Foto: Sayangi.com/Emil

Jakarta, Sayangi.com – VP Retail Fuel Marketing PT. Pertamina (Persero) Muchamad Iskandar memprediksi, di Lebaran 2013 ini konsumsi bahan bakar minyak (BBM) meningkat, khususnya Premium. Untuk Premium, kenaikan bisa sampai 33% dari rata-rata harian atau 107.000 kl.

“Padahal di hari normal rata-rata penggunaan adalah 80.000 kl. Belum lagi dari tahun ke tahun eskalasi produksi sepeda motor sebagai pengguna Premium terbesar meningkat 8 juta unit tiap tahun,” katanya saat jumpa pers di kantor pusat Pertamina, Jakarta, Selasa (9/7). Sebagai antisipasi, Pertamina membentuk Posko sejak 15 Juli hingga 23 Agustus dan menyiapkan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi maupun non-subsidi untuk menghadapi arus mudik jelang Lebaran.

Iskandar menjelaskan, arus mudik akan mencapai puncaknya pada H-3, atau Sabtu (3/8). Sebab pada Senin (5/8), sudah mulai cuti bersama. “Sebaliknya, untuk arus balik, yang diprediksi mulai pada H+3 dan H+4, konsumsi tidak akan setinggi arus mudik. Konsumsi paling tinggi untuk Premium saat momen arus balik diperkirakan sebesar 30 persen,” imbuhnya.

“Konsumsi solar diramalkan turun 5% dibandingkan rata-rata harian 38.628 kl. Alasannya, sejak H-5 kendaraan berat sudah tidak diizinkan melewati jalur-jalur utama, seperti tol Cikampek atau ruas Pamanukan,” urainya. Ia mengungkapkan, berkaca pada pengalaman tahun lalu, jalur rawan macet sangat padat, sampai-sampai mobil tangki Pertamina tidak bisa menambah pasokan. “Untuk itu kita alihkan strategi dengan menurunkan mobil tangki BBM agar stand by di SPBU. Sehingga kalau pasokan terkunci kemacetan, SPBU bisa bertahan sampai mobil tangki dimanfaatkan,” demikian Iskandar.

Sementara itu, Vice President (VP) Corporate Communication PT Pertamina Ali Mundakir menegaskan, Pertamina (Persero) akan menjaga stok bahan bakar minyak (BBM) pada level di atas 22 hari dan liquefied petroleum gas (LPG) di atas 15 hari, melalui optimasi kilang dan impor. Selain itu, perusahaan plat merah itu juga akan memonitoring stok BBM dengan sistem komputerisasi di seluruh terminal BBM.

“Kita akan menyiapkan SPBU setempat untuk kantong-kantong BBM premium, memisahkan jalur pelayanan masuk motor dan mobil, serta menyediakan SPBU Transit Khusus sepeda motor,” paparnya, di Kantor Pertamina Pusat, Jakarta, Selasa (9/7). Ali menambahkan, pihaknya juga akan mengalihkan tangki pendam SPBU dari Solar ke Premium atau Pertamax, menambahkan armada tangki, dan mengoperasikan terminal BBM dan SPBU selama 24 jam sehari.

“Tidak kurang 6.450 unit outlet penyalur BBM dan 2.346 armada tangki BBM akan beroperasi penuh untuk melayani kebutuhan masyarakat selama Ramadhan dan Lebaran tahun ini,” ungkapnya.

Bagi pemilik kendaraan berkompresi tinggi, Pertamina melakukan inovasi dengan menyediakan Pertamax Series dalam kemasan untuk memudahkan masyarakat pengguna mendapatkan Pertamax, khususnya di sepanjang jalur mudik di Pulau Jawa. “Bekerjasama dengan Kepolisian dan DLLAJ, Pertamina juga akan menyiapkan jalur contra flow untuk mengantisipasi stagnasi mobilitas tangki Pertamina akibat kemacetan lalu lintas mudik,” urai Ali.

Khusus pengamanan pasokan LPG, Pertamina akan menunjuk agen dan pangkalan siaga dengan memaksimalkan SPBU dan Indomaret (waralaba yang bekerjasama dengan Pertamina untuk distribusi Elpiji), sebagai etalase dan stabilisator harga Elpiji 3 kg dan 12 kg. (MSR)