Makin Kuat Dugaan Pemerkosaan Wartawati Rekayasa

Ilustrasi: Torontosun.com

Jakarta, Sayangi.com – Dugaan adanya kebohongan dan rekayasa dalam kasus pemerkosaan MC, wartawati TempoTV, semakin menguat. Dari pengembangan pemeriksaan oleh Jatanras Dirkrimum Polda Metro Jaya dengan menggunakan alat pendeteksi kebohongan ditemukan indikasi kebohongan.

“Pemeriksaan kembali dilakukan karena wartawati tersebut terindikasi melakukan kebohongan,” kata Kasubdit Jatanras Dirkrimum Polda Metro Jaya, Herry Heryawan, kepada wartawan, di Polda Metro Jaya, Selasa (9/7).

Menurutnya, semenjak dari awal kasus itu dilaporkan bahwa wartawati tersebut terkesan menutup-nutupi beberapa fakta yang ditemukan polisi. Pihak kepolisian masih menemukan kejanggalan-kejanggalan fakta di lapangan yang tidak sesuai dengan keterangan korban. Beberapa keterangan korban, dapat dipatahkan dengan bukti-bukti yang ditemukan penyidik, termasuk pelaku yang ternyata selingkuhan korban.

“Hasil pemeriksaan secara lie detector, itu indikasinya berbohong. Tes kebohongan itu bisa dipertanggung jawabkan. Dari awal, yang bersangkutan sudah berbohong. Dari pengakuan saksi-saksi yang kita dapat, laporan awal dari yang bersangkutan berjalan sendiri di jalan lorong, itu dapat dipatahkan. Karena sebenarnya jalan dengan pacarnya, yaitu selingkuhannya sendiri bernama CK,” tegas Herry.

Menurutnya Herry, hasil laboratorium yang sudah dilakukannya menunjukkan tidak ditemukan adanya bekas sperma pada pakaian wartawati tersebut. Karenanya, pihaknya masih akan melakukan pemeriksaan psikiater yang diagendakan Rabu (10/7) besok. Bila yang bersangkutan terbukti memberikan keterangan palsu, maka akan dikenakan pasal 266 KUHP dengan ancaman tujuh tahun penjara karena telah memberikan keterangan palsu dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

“Kita lagi lakukan pendalaman. Rabu besok kita panggil korban dengan melibatkan PPA dan psikiater. Bila besok si korban terbukti melakukan keterangan palsu, maka akan dikenakan pasal 266 KUHP dengan ancaman tujuh tahun penjara,” pungkasnya. (HST)