Brasil Gagalkan Kerjasama dengan Kuba, Beralih ke Spanyol dan Portugal

Foto: Reuters

Brasilia, Sayangi.com – Pemerintah Brasil, yang beberapa bulan terakhir mengalami tekanan untuk peningkatan layanan kesehatan masyarakat, membatalkan rencana menarik tenaga ahli dokter dari Kuba, tetapi akan mempekerjakan ahli kesehatan dari Spanyol dan Portugal, kata Kementerian Kesehatan pada Senin (8/7).

Rencana menarik dokter dari Kuba mendapat reaksi buruk karena banyak yang mempertanyakan kemampuan mereka. Pehimpunan Kedokteran Brasil beralasan bahwa standar sekolah kedokteran di Kuba lebih rendah daripada Brasil dan demikian pula untuk pendidikan keperawatan.

Brasil bulan lalu diguncang unjuk rasa besar-besaran yang dipicu oleh biaya hidup yang tinggi, layanan transportasi yang menyedihkan demikian pula layanan pendidikan dan kesehatan, serta belanja negara miliaran dolar untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia sepak bola.

Untuk menanggapi gelombang protes tersebut, Presiden Dilma Rousseff melakukan pembenahan layanan masyarakat, memberantas korupsi dan menyelenggarakan pemilihan untuk reformasi politik.

Desakannya untuk peningkatan layanan masyarakat dilakukan saat pemerintah sedang melakukan pengetatan pengeluaran dalam usaha melindungi pertanggungjawaban keuangan.

Pada Senin Rousseff mengungkapkan rencana di bidang kesehatan yaitu mengatasi kekurangan tenaga dokter di perdesaan dan daerah-daerah miskin di tempat terpencil dengan mempekerjakan dokter asing.

“Setiap warga Brasil harus bisa terjangkau oleh dokter,” kata Rousseff dalam pidatonya.

“Brasil kekurangan dokter. Jika kita tidak bisa mencukupinya, kita akan mencari dokter yang bagus darimana pun asalnya.” Pada Mei, pemerintah Brasil mengatakan sudah membicarakan masalah tersebut dengan Kuba untuk mendatangkan sekitar 6.000 dokter Kuba untuk bertugas di daerah terpencil di Brasil yang sekarang masih kekurangan bahkan belum terjangkau oleh dokter.

Pada dasawarsa yang lalu, pemerintah negara komunis Kuba telah mengirimkan 30.000 dokter untuk bekerja di negara tetangganya Venezuela yang merupakan sekutu terdekat Havana.

Dalam kesepakatan timbal-balik dengan pemimpin Venezuela waktu itu, Hugo Chaves, Kuba mengirimkan dokter-dokter dengan imbalan mendapat minyak dengan harga murah.

Jika tidak mengambil rombongan dokter dari Kuba, Kementerian Kesehatan Brasil akan mempekerjakan dokter asing dengan kerjasama secara perseorangan. Setiap dokter asing, menurut kementerian, dapat mengajukan permohonan kerja di Brasil secara perseorangan.

“Kami belum mencapai kesepakatan dengan Kuba. Prioritasnya sekarang adalah Spanyol dan Portugal, bukan Kuba. Para dokter itu akan digaji 4.400 dolar AS per bulan.

Pada pekan lalu, dokter Brasil melakukan unjukrasa di sejumlah kota menentang rencana pemerintah mempekerjakan dokter asing. Pemerintah tetap pada rencana tersebut apabila terjadi kesenjangan karena dokter Brasil tidak bersedia bekerja di daerah terpencil.

Rousseff mengatakan bahwa dokter Brasil akan mendapat penawaran pertama sebelum dokter asing.

“Tujuan akhirnya adalah bukan memasukkan dokter asing melainkan memberikan layanan kesehatan di dalam negeri,” ujarnya. (FIT/Ant)