Wikileaks: Snowden Belum Tentukan Tujuan Berlabuhnya

Foto: businessinsider.com

Moskow, Sayangi.com – Meski pejabat parlemen senior Rusia, Alezei Pushkov mengatakan dalam akun resmi twitternya (dan kemudian dihapus) hampir pasti Snowden memilih Venezuela sebagai tempat berlabuhnya demi mendapatkan suaka politik, namun kelompok anti kerahasiaan, Wikileaks mengatakan bahwa negara-negara yang terlibat dalam pemutusan suaka Snowden baru akan mengumumkan di waktu yang tepat.

Wikileaks dalam akun resmi Twitter sendiri, mengatakan, “Besok adalah tahap pertama Edward Snowden melakukan ‘Flight of Liberty’ kampanye akan diluncurkan. Ikuti untuk keterangan lebih lanjut,” begitu isi tweet wikileaks.

Kelompok ini tidak segera memberikan informasi lebih lanjut setlah kicauan terakhirnya.

Snowden, yang dicari di Amerika Serikat atas tuduhan kejahatan spionase setelah mengungkapkan rincian program pengawasan rahasia, diyakini bersembunyi di kawasan transit, bandara Moskow di mana ia tiba pada 23 Juni dari Hong Kong.

Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengatakan pada hari Jumat bahwa ia telah memutuskan untuk menawarkan suaka pada warga negara Amerika berusia 30 tahun itu, tapi pemerintahnya menegaskan belum mendengar apa-apa lagi sejauh ini.

“Dia harus berada di wilayah Venezuela untuk mendapatkan suaka politik. Tapi kenyataannya, adalah saat ini ia terjebak dalam zona transit bandara,” kata Menteri Luar Negeri Elias Jaua wartawan di Caracas, Selasa (9/7).

Nikaragua dan Bolivia juga telah mengatakan mereka akan mengambil di Snowden, yang telah mengajukan banding ke sekitar 21 negara yang berpotensi bisa memberikannya suaka politik.

Alexei Pushkov, ketua pro-Kremlin komite urusan internasional di Rusia majelis rendah parlemen, berkicau di akun resmi twitternya bahwa Snowden telah menerima Venezuela menawarkan suaka, namun tweet itu cepat menghilang dari Twitter-nya.

Pushkov kemudian berkicau lagi, bahwa ia melihat berita keputusan Snowden memilih Venezuela dari stasiun televisi Rossiya-24 yang dikelola Rusia. Sebaliknya, perwakilan Rossiya-24 ketika dikonfirmasi mengatakan dirinya justru mengutip tweet Pushkov.

“Edward # Snowden belum secara resmi diterima suaka di Venezuela,” tweet Sarah Horison, seorang peneliti hukum Inggris yang telah membantu Snowden melakukan perjalanan ke Moskow berkicau dalam akun twitternya.

Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan Snowden harus memilih tujuan akhir dan pergi ke sana secepat mungkin, tetapi belum jelas bagaimana ia akan sampai ke salah satu negara Amerika Latin yang telah menawarinya suaka.

Sebelumnya, Bolivia menuduh Spanyol, Perancis, Portugal dan Italia melarang pesawat Presiden Evo Morales untuk lewat di langit negaranya setelah mendapatkan desas-desus bahwa Snowden akan ke Bolivia menumpangi pesawatnya dari Moskow.

Tidak ada penerbangan langsung komersial dari Moskow ke Venezuela, Nikaragua atau Bolivia, dan pemerintah AS juga telah mendesak negara-negara di seluruh dunia untuk tidak memberikan perlindungan Snowden.

“Mr Snowden seharusnya kembali ke Amerika Serikat di mana ia dicari atas tuduhan kejahatan. Dia seharusnya tidak diizinkan untuk melakukan perjalanan internasional yang lebih jauh melampaui perjalanan yang diperlukan untuk kembali ke Amerika Serikat,” kata juru bicara Gedung Putih Jay Carney pada Selasa (9/7).” (FIT/Reuters)