Pemkab Sumenep Kembangkan Bandara Trunojoyo

Sumenep, Sayangi.com – Pemerintah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, pada tahun ini membebaskan lahan sekitar 3,5 hektare untuk pengembangan Bandara Trunojoyo.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep Hadi Soetarto, Rabu (10/7), menjelaskan, pihaknya bersama pihak terkait telah melakukan beberapa kali kegiatan dan musyawarah guna melakukan pembebasan lahan yang berada di sekitar Bandara Trunojoyo.

“Serupa dengan tahun lalu, pembebasan lahan tersebut untuk pengembangan Bandara Trunojoyo. Untuk tahun ini, lahan yang akan dibebaskan sekitar 3,5 hektare,” ujarnya di Sumenep.

Sesuai hasil musyawarah dengan para pemilik lahan, kata dia, tanah yang akan dibebaskan untuk pengembangan Bandara Trunojoyo tersebut akan dibeli pemerintah daerah seharga Rp106 ribu permeter. “Penentuan harga itu juga sesuai dengan rekomendasi harga yang diberikan tim independen yang melakukan penilaian atas taksiran harga lahan tersebut,” ucapnya.

Ia mengatakan, pihaknya bersama sejumlah pihak terkait telah bertemu dengan para pemilik lahan sekitar 3,5 hektare yang akan dibebaskan tersebut. “Mereka sudah sepakat dengan harga Rp106 ribu permeter. Sesuai hasil rapat di internal kami, pembayaran akan dilakukan paling lambat pada pekan ketiga Juli 2013,” paparnya.

Ia juga mengemukakan, realisasi pembayaran oleh pemerintah daerah melalui nomor rekening tabungan masing-masing pemilik lahan. “Pemilik lahan akan menerima uang pembayaran lahannya secara utuh alias tidak ada potongan sepeser pun. Kami akan mengundang pejabat yang tergabung dalam Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Sumenep ketika merealisasikan pembayaran lahan tersebut,” katanya.

Sejak beberapa tahun lalu, Pemkab Sumenep ingin menjadikan Bandara Trunojoyo sebagai bandara komersial yang disinggahi pesawat berjadwal reguler. Sejumlah program atau kegiatan yang merupakan hasil sinergi Pemkab Sumenep dan Satker Bandara Trunojoyo, terus dilakukan guna menambah fasilitas supaya memenuhi persyaratan (standar) sebagai bandara komersial.

Program sinergi tersebut, di antaranya Pemkab Sumenep membebaskan lahan sekitar 5,4 hektare untuk perluasan areal Bandara Trunojoyo pada 2011, guna menambah sejumlah fasilitas, di antaranya menambah panjang landasan pacu pesawat yang untuk sementara hanya 905 meter.

Kemudian, Kementerian Perhubungan memprogramkan penambahan panjang landasan pacu pesawat di Bandara Trunojoyo, dari 905 meter menjadi 1.160 meter, dan penambahan fasilitas lainnya pada 2012. (HST/ANT)