Pengunjuk Rasa Turki Diberi Kesempatan Berbuka Puasa di Taman Gezi

Foto: Reuters

Istanbul, Sayangi.com – Polisi Turki memungkinkan ribuan pengunjuk rasa yang telah mencoba untuk memblokir proyek pembangunan taman di Istanbul untuk berbuka puasa Ramadhan mereka pada hari Selasa (8/7) sebelum melanjutkan upaya mereka untuk melakukan pengusiran demonstran.

Polisi menembakkan gas air mata dan meriam air malam sebelumnya pada demonstran ketika mereka melakukan pencegahan untuk demonstran yang berusaha untuk masuk dalam taman Gezi yang telah menjadi titik fokus dari protes terhadap pemerintahan Perdana Menteri Tayyip Erdogan.

Dua kelompok Muslim kiri simpatik terhadap protes, umat Islam Revolusioner dan Muslim Anti-Kapitalis, membuka buka puasa malam itu di trotoar tempat pejalan kaki di sudut Taman Gezi. Pemerintah daerah setempat juga menjadi tuan rumah makan malam di Taman Gezi, Taksim Square sebelum kemudian mereka berbaris di taman.

Usai buka puasa, polisi menggunakan pengeras suara untuk memperingatkan orang-orang untuk segera pergi, sementara orang-orang mencemooh dan bertepuk tangan, tetapi polisi tidak melakukan intervensi. Taman telah ditutup selama tiga minggu setelah polisi mengusir warga dari sebuah kamp protes di sana.

“Saya berharap negara akan mengerti apa yang sebenarnya kami inginkan. Ini adalah hak konstitusional kami untuk memasuki ruang publik dan protes,” kata Ozge Dogu, seorang mahasiswa 23 tahun.

Seperti diketahui, setelah tindakan keras polisi terhadap demonstrasi kecil pada 31 Mei melawan rencana pengembangan kembali Taman Gezi, protes berkembang menjadi tindakan yang lebih luas mengkritisi gaya otoriter Pemerintahan Erdogan.

Taman Gezi memang dibuka kembali untuk pengunjung pada Senin (8/9) sore seperti yang dijanjikan pemerintah. Tapi, satu jam kemudian polisi memaksa orang keluar karena kekhawatiran masyarakat berkumpul untuk merancang aksi yang lebih meluas. Bentrokan pun meletus di jalan-jalan sebelum polisi memungkinkan orang kembali ke taman sekitar tengah malam.

Kelompok Solidaritas Taksim, partai politik dan organisasi non-pemerintah yang menentang pembangunan kembali taman mengatakan polisi menahan lebih dari 80 orang dalam bentrokan Senin.

Salah satu anggota mereka, berusia 17 tahun menderita pendarahan otak setelah terkena tabung gas dan sedang dirawat di rumah sakit terdekat, kata seorang pejabat asosiasi medis.

Protes terhadap pembangunan kembali Taman Gezi belum pernah terjadi sebelumnya dalam pemerintahan Erdogan yang dimulai pada tahun 2002 dengan pemilihan Partai AK nya. Dia telah mendorong reformasi ekonomi dan membatasi kekuatan militer yang telah menggulingkan empat pemerintahan dalam empat dekade. Namun dalam perjalanannya, Endorgan dianggap bertingkah otoriter dan semena-semena termasuk juga membiarkan Taman Gezi yang merupakan jantung kota dan cagar kebudayaan itu dipugar.

Sebuah pengadilan Turki telah membatalkan proyek pembangunan kembali Taksim Square tetapi pihak berwenang dapat mengajukan banding atas putusan itu. (FIT/Reuters)