Bareskrim Tindak-Lanjuti Laporan Tentang ICW

Foto: Antara

Jakarta, Sayangi.com – Mabes Polri mulai melakukan penyelidikan atas laporan dua anggota DPR RI, Ahmad Yani dan Syarifudin Sudding, tentang Indonesian Coruption Watch (ICW), Donald Fariz Cs yang dianggap telah melakukan perbuatan tidak menyenangkan karena merilis nama-nama calon legislatif yang tidak pro pemberantasan korupsi.

“Sedang dilakukan penyelidikan atas laporan tersebut. Bareskrim saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mempertajam apakah laporan tersebut ada tindak pidananya atau tidak,” kata Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Ronny Frengky Sompie, kepada wartawan di Mabes Polri, Kamis(10/7).

Dalam penyidikannya ini sudah sudah sampai pada tahap pemeriksaan saksi, yang dianggap berkompeten diambil keterangannya. “Untuk mempertajam penyelidikan termasuk mencari saksi-saksi. Ini agar bukti permulaan yang ada dapat menjadi dasar untuk memulai penyidikan lebih lanjut,” ujarnya.

Seperti yang telah diberitakan Anggota Komisi III DPR Syarifudin Sudding dan Ahmad Yani, melaporkan Peneliti ICW, Donald Fariz CS ke Bareskrim Polri. Laporan terkait dirilisnya 36 nama calon anggota legislatif (caleg) yang tidak berkomitmen dalam pemberantasan korupsi. Laporan Yani dan Sudding diterima Bareskrim Polri dengan nomor laporan TBL/294/VIII/2013 Bareskrim Polri tertanggal 1 Juli 2013.

Sebelumnya, Jumat (28/6/2013), ICW merilis 36 nama calon legislatif yang diragukan komitmennya dalam upaya pemberantasan korupsi. Nama-nama yang dilansir ICW tersebut antara lain: Aziz Syamsuddin, Desmond J Mahesa, Herman Heri, Bambang Soesatyo, Edhie Baskoro Yudhoyono, Mahyudin, I Wayan Koster, Said Abdullah, Mirwan Amir, Abdul Kadir Karding, Olly Dondokambey, Jhonny Allen Marbun.

Tak hanya mereka, sejumlah nama yang disebut juga adalah, Ahmad Yani, Syarifuddin Suding, Nasir Djamil, Idris Laena, Achsanul Qosasih, Zulkifliemansyah, Ignatius Mulyono, Nudirman Munir, Setya Novanto, Kahar Muzakir, Adang Darajatun, Fahri Hamzah, Ribka Tjiptaning, Pius Lustrilanang, Melchias Marcus Mekeng, M Nasir, Vonny Anneke Panambunan, Nazaruddin Sjamsuddin, Sutan Bhatoegana, Marzuki Alie, Priyo Budi Santoso, Max Sopacua, Charles Jonas Mesang, dan Achmad Farial. (RH)