AS Dalang Penggulingan Mohammed Mursi?

Foto: Reuters

Washington, Sayangi.com – Terbit sebuah laporan baru bahwa AS telah mendanai demonstrasi yang dinamai “kudeta militer” atas kepemimpinan Mursi. Menurut sebuah laporan pada Rabu (10/7) Emad Mekay dari UC Berkeley-Program Pelaporan Investigasi, bantuan luar negeri AS telah disalurkan kepada teroris radikal terhadap warga sipil Mesir bersama dengan pendanaan untuk para penentang mantan Presiden Mesir Mohammad Morsi.

Salah satu penerima bantuan itu adalah mantan polisi Mesir Kolonel dan Hakim Agung Omar Afifi Soliman. Sebuah postingan facebook Soliman mengungkapkan kejahatannya seperti dilansir Mekay Al Jazeera-Inggris:

“Menutup jalan dengan pohon palem yang rusak untuk menghentikan bus pergi ke Kairo dan membasahi jalan di sekitar dengan minyak gas. Ketika bus mulai melambat karena jalanan yang ditutup, mulailah diatur agar semuanya terbakar, termasuk penumpang pun ikut terbakar, Tuhan memberkati,” tulis Soliman dalam facebook. Pada akhir Mei ia juga memerintahkan untuk memenggal kepala orang-orang yang mengendalikan kekuasaan, air dan utilitas gas.

Semua itu diposting pada halaman Facebook Soliman dari tahun lalu itu telah dihapus sejak adanya publikasi laporan Mekay itu. Mekay mencatat dalam uraian investigasi bahwa Soliman telah digaji federal sejak tahun 2009, dan terus menerima dana pembayar pajak.

Dalam sebuah wawancara dengan Program Pelaporan Investigasi di UC Berkeley, Soliman enggan mengakui bahwa ia menerima dana dari pemerintah AS dari National Endowment for Democracy, tetapi di sisi lain, ia pun mengeluh bahwa dana yang diberikan padanya tidak cukup besar. “Apakah Anda pikir uang sebesar $ 2000 atau $ 2500 per bulan, terlalu banyak? Obama ingin memberikan kacang dan kami tidak akan menerima itu,” sahutnya.

Pejabat yang terlibat dalam pengendalian kerusakan Mesir dan membuat “demokrasi baru” dengan program bantuan luar negeri telah mencoba untuk meminimalkan peran Soliman dalam program bantuan luar negeri AS – meskipun fakta bahwa mantan Kolonel polisi dan hakim Mahkamah Agung itu menjabat sebagai panelis pada 2011 Carnegie Endowment, forum yang disebut “Transisi Mesir dan Tantangan Reformasi Sektor Keamanan.” The Carnegie Endowment adalah salah satu organisasi yang paling berpengaruh dan pembentukan koneksi politik.

“AS memberikan semua uang pada seluruh pihak (terutama militer), sehingga seakan menggambarkan protes dan menggulingkan Morsi menjadi semacam didanai AS, tidak akurat dan tidak bertanggung jawab,” kata Anand Gopal dari New America Foundation yang DailyCaller.com membela program bantuan luar negeri AS. (FIT/thenewamerican)