Pemerintah Belum Putuskan Nasib Blok Mahakam

Foto: Antara

Jakarta, Sayangi.com – Pemerintah masih mengkaji kelanjutan pengelolaan Blok Mahakam di Kalimantan Timur yang akan habis masa konsesinya dengan Total E&P Indonesie pada 2017.

“Nanti kita lihatlah, masih ada tahun ini dan tahun 2014,” kata Menteri ESDM Jero Wacik usai menerima laporan hasil pemeriksaan BPK atas Laporan Keuangan Kementerian ESDM Tahun Anggaran 2012 yang mendapat predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) di Jakarta, Jumat (12/7).

Peringkat WTP tersebut merupakan kali ketiga berturut-turut diperoleh Kementerian ESDM setelah 2010 dan 2011. Jero mengakui, dia telah bertemu Wakil Presiden Senior Total E&P Asia Pacific, induk Total E&P Indonesie, Jean-Marie Gullermo yang menanyakan kepastian kelanjutan Mahakam pada Rabu (10/7). “Saya bilang tunggu saja, sedang kami evaluasi,” urai katanya.

Pemerintah, lanjutnya, akan mengambil keputusan dengan mempertimbangkan kesinambungan produksi Mahakam dan peran nasional ke depannya. Menurut Jero, pihaknya akan mempertimbangkan rencana Total menambah investasi 7,3 miliar dolar AS. “Kami juga menghitung berapa risiko kalau 100% Mahakam ini diambil alih (Pertamina),” katanya.

Dalam pertemuan dengan Wacik, Gullermo menawarkan 30% saham Mahakam kepada PT Pertamina (Persero) pasca-2017. Saham itu ditawarkan dalam masa transisi selama lima tahun (2017-2022). Saham 30% berasal dari 15% Total selaku operator Mahakam dan 15% dari mitranya, Inpex Corporation. Dengan skenario tersebut, saham Mahakam pasca-2017 terbagi menjadi 35% Total dari sebelumnya 50%, 35% Inpex dari semula 50%, dan 30% Pertamina.

Selama masa transisi, Total akan mentransfer pengetahuan, pengalaman, dan teknologi, sehingga produksi tidak terganggu. Setelah transisi lima tahun, Total menyerahkan kelanjutan Mahakam kepada pemerintah Indonesia, apakah masih bisa berpartisipasi atau tidak. Total menilai bila investasi dihentikan, maka produksi Mahakam akan turun drastis.

Saat ini, produksi gas mencapai 1.700-1.800 juta kaki kubik per hari (MMSCFD). Dengan investasi sesuai yang direncanakan, maka produksi akhir 2017 akan turun alamiah menjadi 1.100-1.200 MMSCFD. Namun, bila investasi diturunkan, maka produksi hanya 500-800 MMSCFD. (MSR/ANT)