Kejagung: Kasus “Mobil Internet” Kominfo Masuk Tahap Penyidikan

Jakarta, Sayangi.com – Kejaksaan Agung telah menaikkan kasus dugaan penggelapan anggaran dalam proyek Mobil Pusat Layanan Internet Kecamatan (MPLIK) tahun 2010-2015 senilai Rp 3 triliun di Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) ke tingkat penyidikan.

“MPLIK sudah ada bukti permulaan yang cukup, dan ditingkatkan ke penyidikan,” ungkap Jaksa Agung Muda Pidana Khusus, Andhi Nirwanto di Kejaksaan Agung,  Jumat, (12/7).

Soal nama tersangka, Andhi belum dapat menjelaskannya,alasannya penyidik tengah membuat Surat Perintah Penyidikan (Sprindik). “Proses pembutan Sprindik sedang berlansung, diperkirakan selama dua hari. Tapi penydidik sudah sepakat, ini ke penyidikan,” kilahnya.

Andhi mengatakan, kasus tersebut ditingkatkan ke penyidikan setelah mempunyai bukti permulaan yang cukup setelah mengumpulkan data dan fakta dari seluruh kecamatan di tanah air, karena program ini diterapkan di seluruh kecamatan.

Kasus korupsi MPLIK berawal dari laporan kelompok masyarakat yang menamakan Simpul Komunitas Anti Korupsi (SKAK). Mereka mendesak agar Kejagung menuntaskan kasus proyek MPLIK senilai Rp 1,4 triliun. SKAK mendesak agar Kejagung memeriksa Direktur Utama (Dirut) PT Telkom Indonesia Tbk karena diduga bertanggung jawab atas kasus tersebut.

Berdasarkan laporan Kementerian Kominfo per 31 Desember 2011, realisasi penyediaan MPLIK baru tercatat 846 unit dari target 1.907 unit MPLIK di seluruh kecamatan di Indonesia. (HST)