Supir Mikrolet Permasalahkan Tarif Baru Angkutan Umum Jakarta

Foto: Sayangi.com/Okky Tirto

Jakarta, Sayangi.com – Sosialisasi kenaikan tarif angkutan umum yang mulai diberlakukan hari ini menuai protes. Sejumlah supir mikrolet di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur mengungkapkan kekesalannya saat tarif baru itu disosialisasikan oleh Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur.

Sirait (40), supir Mikrolet M01 Jurusan Kampung Melayu – Senen menganggap penetapan tarif baru yang telah diputuskan oleh Pemprov DKI Jakarta tidak adil dan malah menyusahkan awak angkutan mikrolet. “Masa’ tarif baru untuk mikrolet cuman naik Rp500 sedangkan metromini naiknya hingga Rp1000,” ujar supir yang biasa mangkal di Terminal Kampung Melayu tersebut, Jumat (12/7).

Hal yang sama diamini oleh Daulad (42). Menurutnya adalah merupakan kesalahan besar pemprov menetapkan kenaikan hanya menjadi Rp2500. “Gak bener ini namanya. Sebelum BBM naik saja tarif kami sudah Rp3000, bukan Rp2500. Kami protes, kalau tidak protes sama saja tarif angkot gak naik namanya, gimana sih,” ujarnya dengan nada kesal.

Sopir mikrolet lainnya, Jhon (35) juga bernada sama. Seharusnya kenaikan tarif yang layak untuk mikrolet sebesar Rp 4.000 dan disesuaikan dengan kenaikan premium.”Metromini saja yang pakai solar naik Rp1.000. Masak kami yang pakai premium hanya 500 perak, gak adil ini namanya,” ketusnya kepada wartawan.

Sebagaimana diberitakan, setelah mendapat persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Pemerintah DKI Jakarta telah menetapkan tarif baru angkutan umum. Adapun tarif tersebut yang berlaku mulai hari Jumat (12/7), yaitu:

-Angkutan umum yakni bus kecil Rp3.000, bus sedang, penumpang umum Rp3.000, dan pelajar Rp1.000.
-Bus besar reguler atau patas, penumpang umum Rp3.000, dan pelajar Rp1.000.
-Tarif taksi Rp7.000 untuk buka pintu, kilometer berikutnya Rp3.600. Biaya tunggu per jam Rp42.000.
-Bus kota non ekonomi sedang AC Rp6.000, patas AC Rp7.000
-Angkutan Perbatasan Terintegrasi Busway (APTB) jarak 30 Km Rp8.000.

(HST)