3 Tahun Lagi, Semua Angkutan Umum DKI Wajib E-Ticketing

Foto: Sayangi.com/Emil

Jakarta, Sayangi.com – Minimnya pengguna e-ticketing atau tiket elektronik TransJakarta membuat Pemprov DKI menggencarkan sosialisasi. Tiga tahun ke depan, semua pengguna angkutan umum diharuskan menggunakan program yang sudah diterapkan sejak 6 bulan lalu tersebut.

Belum maksimalnya penggunaan tiket elektronik tersebut diakui oleh Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo. “Mendorong orang untuk memakai itu (e-ticketing) tidak gampang. Perlu waktu,” ujar suami dari Iriana tersebut saat di Balaikota, Jumat (12/7).

Jokowi mengaku butuh waktu sosialisasi sekitar tiga tahun untuk hal itu. Untuk saat ini, Pemda tidak mau mewajibkan masyarakat untuk menggunakan tiket elektronik. “Ini proses, tidak memaksa. Tapi kalau dua atau tiga tahun ke depan, penumpang yang tidak pakai e-ticketing tidak bisa naik,” tegasnya.

Penggunaan e-ticketing ke depan, oleh Pemprov DKI akan diintegrasikan dengan berbagai mode transportasi. “Rencananya terintegrasi antara Transjakarta, KRL, Kopaja, Metromini. Nanti kalau monorel dan MRT sudah jadi, juga terintegrasi semua,” imbuhnya.

Seperti diketahui, sejak Januari, baru tiga koridor yang menggunakan fasilitas e-ticketing: Koridor 1 (Blok M-Kota), Koridor 3 (Kalideres-Harmoni), serta Koridor 9 (Pinang Ranti-Pluit). Sejumlah bank seperti BRI, Mandiri, BCA, dan BNI digandeng untuk menerapkan. Nantinya, transaksi e-ticketing ditargetkan mencapai satu juta per hari. (MSR)