Tak Mau Data Negara Bocor, Rusia Gunakan Mesin Ketik

Foto/Ilustrasi: Mashable

Rusia, Sayangi.com – Ketika terjadi kebocoran data negara seperti yang diterbitkan Wikileaks, ada satu hal yang bisa dipastikan untuk menghindarinya, mulai meminimalisir penggunaan komputer atau laptop dan menggunakan mesin ketik. Itulah yang dilakukan Rusia. Tampaknya karena alasan itu, pemerintah Rusia memutuskan untuk membeli peralatan mesin tik baru. Badan Penjaga Federal negara itu telah menempatkan pesanan untuk 486.000 rubel senilai mesin ketik listrik, menurut situs layanan pengadaan Rusia.

Memang, itu hanya sekitar senilai $ 15.000 dan diperkirakan dengan uang itu dapat membeli 20 mesin ketik. Tapi ini baru tahap pertama. Yang lebih penting adalah pesan yang diberikan oleh sumber di lembaga tersebut kepada surat kabar Izvestiya Rusia bahwa Kementerian Pertahanan, Kementerian Keadaan Darurat dan “pelayanan khusus” sudah membuat dokumen pada perangkat non-elektronik. Presiden Putin sudah menerima beberapa korespondensi dengan cara ini. Rusia secara khusus memesan pita mesin ketik Triumph Adlew twen 180: “direkomendasikan untuk dokumen rahasia,” menurut Izvestiya.

“Ini diputuskan setelah skandal dengan distribusi dokumen rahasia oleh WikiLeaks dan pembocoran data AS yang dilakukan oleh Edward Snowden,” sumber anonim menjelaskan. “Rusia telah memutuskan untuk memperluas praktek membuat dokumen kertas. Terutama karena setiap dokumen dapat ditelusuri kembali ke unik signature mesin tik,” tambahnya.

Jadi, mesin ketik mungkin saja akan kembali menjadi trend di kalangan privasi. Sejumlah penulis yang berbasis di Brooklyn membicarakan tentang mereka kepada New York Times beberapa tahun yang lalu. Pengguna menyukai kenyataan bahwa mereka memaksa Anda untuk berkonsentrasi pada pikiran Anda tanpa bergantung pada tombol hapus, serta fakta bahwa Anda tak perlu kehabisan daya karena ingin tetap terus berhubungan.

Faktor korespondensi rahasia dan mesin ketik mungkin juga dijuluki vinil baru. Laporan bahwa pabrik mesin ketik terakhir di dunia menutup perusahaannya beberapa tahun yang lalu ternyata palsu, masih ada perdagangan yang berkembang pesat di mesin-mesin pembuatan tinta, meskipun sebagian besar hanya berada di negara berkembang. (FIT/Mashable)