DPR: Sengketa Lahan Kampus Jangan Korbankan Mahasiswa

Foto: Facebook

Jakarta, Sayangi.com – Anggota Komisi X DPR RI Popong Otje Djundjunan meminta agar sengketa lahan kampus segera diselesaikan. Pasalnya jika tidak, sengketa tersebut akan mengorbankan pendidikan mahasiswa yang belajar di dalamnya.

Pernyataan Popong ini menanggapi sengketa lahan kampus antara Universitas Trisakti dengan Yayasan Trisakti. Kasus yang sudah berlangsung lama itu dinilainya sangat mengganggu mahasiswa.

”Mahasiswa hanya jadi korban dari kebijakan yayasan dan universitas yang tidak mau mengalah,” kata Popong di Jakarta, Jumat (13/7/2013).

Untuk mengatasi persoalan tersebut, dia minta pemerintah segera turun tangan agar sengketa ini tidak berlarut-larut. Namun, upaya pemerintah untuk mengubah status Trisakti menjadi negeri kata dia, juga mesti mengikuti prosedur dan persyaratan yang semestinya, baik persyaratan yang normatif maupun tidak. Ia juga menegaskan bahwa untuk mengubah status kampus menjadi negeri, masalah-masalah yang mengganjal selama ini harus diselesaikan terlebih dahulu.

Seperti diketahui, sebelumnya Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, M. Nuh mengatakan, tidak perlu lagi dipersoalkan terkait status Universitas Trisaksi. Kampus tersebut kata dia, kini sudah menjadi lembaga pendidikan milik pemerintah.

”Jika pemerintah ikut mengurus masalah Trisakti, itu bukan meminta agar kampus tersebut diserahkan, kan Trisakti itu sudah milik pemerintah,” ujarnya belum lama ini.

Mengenai status karyawan yang dikhawatirkan jelas dia, tidak perlu diperdebatkan. Sebab, dengan sendirinya status mereka akan menjadi pegawai negeri sipil (PNS). Biaya pendidikan pun jelas Nuh, juga dipastikan bisa lebih murah.